• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 30/05/2026 00:54
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung

Jalur Laut Primadona Logistik Pupuk Sumatra, Penjaga Nadi Pangan Bangsa

Lampung memiliki posisi strategis dari perspektif pertahanan nasional karena jalur logistik vital, lumbung pangan utama, dan episentrum maritim.

Agung Kresna by Agung Kresna
29/05/26 - 19:21
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Aktivitas membongkar muatan pupuk

Aktivitas membongkar muatan pupuk subsidi di Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang, Lampung, Kamis (23/4). (Lampost.co/Delima Natalia Napitupulu)

Bandar Lampung (lampost.co)–Jalur laut telah menjadi pilihan terbaik distribusi pupuk Sumatra. Selama 2025, total 200.000 ton pupuk subsidi dari Gresik, Kujang, hingga Kalimantan Timur, masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang, Lampung. Dari sana, pupuk subsidi disebar ke penjuru Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, hingga Bengkulu. “Pelabuhan Panjang simpul utama logistik Urea dan NPK Ponskha petani di empat provinsi,” kata Regional Chief Executive Officer 1 Pupuk Indonesia Eko Suroso, di Bandar Lampung, Kamis, 28 Mei 2026.

NPK Ponskha dalam bentuk curah, sementara Urea sudah dalam kemasan karung ukuran 50 kg. Pupuk dibongkar di dermaga, kemudian diangkut truk ke gudang pelabuhan berkapasitas 40.000 ton. “Periode distribusi tertinggi berlangsung pada September hingga April. Setelah itu tren pengiriman melandai. Istimewanya, kapal pupuk memiliki prioritas sandar,” ujarnya.

Eko mengeklaim pengiriman melalui jalur laut lebih efisien ketimbang moda transportasi darat. Pengiriman dari Gresik hingga selesai bongkar di PTP Nonpetikemas Cabang Panjang berlangsung selama sembilan hari dengan volume 8.000 ton per kapal. “Kalau lewat jalur darat, butuh hampir empat ratus truk tronton untuk mengirim pupuk dengan volume yang sama. Ongkosnya jauh lebih mahal dan boros energi,” katanya.

Komitmen menjaga performa angkut pupuk tersebut didukung modernisasi teknologi operasi Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M). Layanan digital itu memudahkan produsen memantau aktivitas muat, waktu sandar, hingga bongkar secara real time. Sistem operasi kinerja satu kapal curah kering semakin terukur, sebesar 3.900 ton per hari. Sementara curah cair 2.208 ton.

“Angka tersebut sesuai target. Digitalisasi mendukung peningkatan ton ship per day sehingga waktu tunggu kapal lebih singkat,” kata Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang Doddy Setiawan. Menurutnya, pupuk menjadi satu dari lima komoditas utama curah kering pada 2025. Bungkil sawit menjadi yang terbesar yakni 1.737.582 ton, disusul batubara 257.868 ton. Komoditas berikutnya gula mentah 434.936 ton, bungkil kedelai 251.633 ton, dan pupuk 679.491 ton.

Doddy menyebutkan sejumlah kapal lokal terbesar pengangkut pupuk subsidi yang sandar di PTP Nonpetikemas antara lain KM Bunga Teratai, KM Shoryu, dan KM Rote Strait. Kapal tersebut mampu mengangkut 8.000 ton pupuk. Sementara kapal pupuk impor nonsubsidi yaitu MV Mariblue dan MV Star Halifax. Yang terpanjang mencapai 228,9 meter, berbobot kotor 42.034 ton, dengan kapasitas hingga 20.000 ton. Kapal pupuk impor itu berangkat dari Kanada, Rusia, Tiongkok, dan Vietnam.

“Kapal pupuk sandar di Terminal Curah Kering Dermaga D. Kemudian, bongkar dari palka kapal menggunakan gantry luffing crane/gantry jib crane, grab, hopper, excavator, dan wheel loader,” kata Doddy. Produktivitas bongkar muat pupuk per hari di PTP Nonpetikemas Panjang mencapai 8.000 ton. Otoritas pelabuhan memastikan pupuk aman dari kelembapan air laut atau hujan selama proses bongkar. “Ada pemeriksaan oleh surveyor. Kondisi palka bersih dan penutupnya kedap air. Pemeriksaan meliputi kualitas dan kuantitas kargo,” ujarnya.

Pegawai melakukan pemantauan kegiatan bongkar muat
Pegawai melakukan pemantauan kegiatan bongkar muat di dermaga melalui Control Tower Pelabuhan Tanjung Priok Nonpetikemas Cabang Panjang, Lampung, Kamis (23/4). (Lampost.co/Delima Natalia Napitupulu)

Pegawai melakukan pemantauan kegiatan bongkar muat di dermaga melalui Control Tower Pelabuhan Tanjung Priok Nonpetikemas Cabang Panjang, Lampung, Kamis (23/4). (Lampost.co/Delima Natalia Napitupulu)

Sekitar 100 dump truck akan mengangkut pupuk dari dermaga dalam satu kali siklus bongkar kapal. Pupuk lokal dan subsidi dibawa ke Gudang 008 Pelabuhan Panjang. Sementara pupuk impor ke gudang penyangga. Proses pengantongan pupuk curah ke kemasan karung 50 kg dilakukan Gudang Lini I.

Doddy menjelaskan total volume pupuk subsidi dan nonsubsidi yang masuk melalui PTP Nonpetikemas Panjang hingga triwulan 2 mencapai 500.000 ton. Dari angka tersebut, sebanyak 20 % di antaranya adalah pupuk subsidi. “Prioritas sandar, modernisasi alat bongkar muat, hingga optimalisasi bagging merupakan layanan prima yang menjaga biaya logistik tetap murah hingga pupuk sampai ke tangan petani,” ujarnya.

Tiga Masa Tanam

Pengiriman pupuk subsidi tepat waktu berimbas langsung pada geliat tanam padi di desa. Petani Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Paidin, mengaku tidak pernah kekurangan pupuk subsidi. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur itu tengah menyemai untuk masa tanam kedua tahun ini.

“Tidak ada lagi kelangkaan pupuk. Masa tanam tadinya hanya dua kali, sekarang jadi tiga kali setahun,” ujarnya. Jaminan pasokan pupuk menyokong produktivitas Gapoktan Sumber Makmur hingga menghasilkan 6.675 ton padi dari lahan seluas 1.335 hektare per tahun.

Produktivitas para petani Lampung Selatan dan 14 kabupaten/kota lainnya membawa Provinsi Lampung masuk lima besar nasional sebagai kontributor pangan terbesar. Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengapresiasi keberhasilan Lampung, khususnya Kabupaten Tulangbawang, dalam capaian luas tambah tanam (LTT) hingga 332 persen pada April 2026.

“Berdasar evaluasi kinerja terbaru Kementan, Lampung terus menunjukkan tren positif,” kata Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Tin Latifah dalam rapat koordinasi Peningkatan Produksi Pangan 2026 di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menyebutkan dua dari empat program prioritas Presiden Prabowo adalah swasembada pangan dan makan bergizi. “Lampung menjadi kekuatan pangan nasional pendukung suksesnya program prioritas,” ujarnya. Produksi padi Lampung pada 2024 sebanyak 2.791.347,53 ton. Jumlah tersebut naik 15,53 % pada 2025, mencapai 3.252.627,27 ton.

Pj Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Lampung itu menjelaskan ketersediaan pupuk subsidi menjadi kunci pendukung swasembada pangan berkelanjutan. “Saat ini petani memasuki masa tanam kedua. Dengan curah hujan yang cukup dan pupuk selalu tersedia, saya optimistis target swasembada Lampung tercapai,” katanya.

Ekonomi Perdesaan

Dalam rakor tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan data terbaru bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan menyumbang kontribusi besar senilai Rp150 triliun. Angka tersebut setara dengan 28 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Dari luas wilayah 3,3 juta hektare, sekitar 1,3 juta hektare di antaranya lahan pertanian aktif yang menghidupi sekitar 2 juta tenaga kerja. “Lampung lumbung pangan penyuplai padi, jagung, dan singkong untuk Jawa dan Sumatra,” ujarnya.

Gubernur menyatakan bahwa penguatan ekonomi perdesaan mendongkrak penjualan kendaraan bermotor hingga 30 persen. Kemudian, pendaftaran mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta naik 20 persen. “Ketahanan pangan dan ekonomi bertalian memperkuat pertahanan negara. Pemerintah juga fokus pada pengembangan konektivitas melalui jalan tol, pelabuhan, dan kawasan industri logistik mendukung peran Lampung,” katanya.

Senada, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI Purnawirawan Anton Nugroho menekankan pentingnya pemerintah daerah memperkuat mitigasi dan ketahanan wilayah dari ancaman nonmiliter. Menurutnya, Lampung memiliki posisi strategis dari perspektif pertahanan nasional karena jalur logistik vital, lumbung pangan utama, dan episentrum maritim. “Swasembada pangan memperkuat daya tangkal terhadap berbagai ancaman multidimensi. Lampung punya modal besar sebagai pilar pertahanan,” katanya.

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.