Bandar Lampung (Lampost.co) — Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lakukan sejumlah upaya untuk cegah hal tersebut.
Namun, penyakit ini sejatinya dapat dicegah sejak dini melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan program imunisasi HPV bagi anak perempuan usia sekolah dasar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, menegaskan bahwa vaksinasi HPV merupakan langkah pencegahan primer yang sangat efektif untuk menekan risiko kanker serviks di masa mendatang.
Baca juga : Bahaya Kanker Serviks, Kenali Risiko HPV dan Cara Mencegahnya
“Kanker serviks adalah jenis kanker yang bisa kita cegah. Salah satu upaya paling efektif adalah melalui vaksinasi HPV pada anak perempuan sebelum mereka memasuki usia berisiko,” ujar Edwin.
Ia menjelaskan, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization merekomendasikan vaksinasi HPV untuk anak perempuan usia 9 hingga 14 tahun.
Sementara itu, Centers for Control and Prevention Amerika Serikat menyarankan vaksinasi pada usia 11–12 tahun dan sudah dapat terlaksana sejak usia 9 tahun.
Infeksi HPV
Menurut Edwin, rentang usia tersebut paling efektif karena umumnya anak-anak belum memulai aktivitas seksual, sehingga perlindungan terhadap infeksi HPV bisa optimal.
Untuk Provinsi Lampung sendiri, imunisasi HPV secara gratis melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Pemberian vaksin secara dua kali, yakni dosis pertama saat anak kelas 5 SD/MI/sederajat dan dosis kedua untuk anak kelas 6.
“Dengan imunisasi HPV, putri-putri kita bisa melangkah lebih percaya diri tanpa ada ancaman kanker serviks pada masa depan. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pun mengimbau para orang tua untuk tidak ragu memberikan izin imunisasi kepada anaknya.
Edukasi dan dukungan keluarga menjadi kunci keberhasilan program pencegahan kanker serviks daerah.
Melalui langkah preventif ini, Pemprov Lampung berharap angka kasus kanker serviks dapat berjalan secara signifikan, sekaligus mewujudkan generasi perempuan yang sehat dan berkualitas.








