Jakarta (Lampost.co) — Kita ketahui bersama bahwa vitamin C merupakan vitamin penting bagi tubuh manusia.
Namun ternyata, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C melalui suplemen terdapat efek sampingnya.
Pada orang dewasa, tunjangan diet yang mendapat rekomendasi (RDA) vitamin C adalah 90 miligram (mg) untuk pria dan 75 mg untuk wanita. Orang dewasa yang mengonsumsi lebih dari 2.000 mg vitamin C per hari mungkin mengalami efek samping.
Baca Juga:
Ini 4 Cara Penuhi Kebutuhan Vitamin D bagi Anak
Ketika kita mengonsumsi vitamin C lebih dari batas yang disarankan, kemungkinan mengalami gangguan pencernaan ringan. Hal ini bisa terjadi jika vitamin C yang tidak terserap tubuh mengiritasi saluran pencernaan.
Efek samping ringan yang umum terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin C seperti diare, mual, kram perut, kembung, dan ketidaknyamanan perut secara umum.
Berikut risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat mengonsumsi terlalu banyak vitamin C:
1. Batu ginjal
Dokter percaya bahwa terlalu banyak suplementasi vitamin C dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan senyawa oksalat dan asam urat melalui urinenya. Senyawa ini seperti mengutip dari Medical News Today, bisa memicu pembentukan batu ginjal.
Penulis studi kasus di jurnal Kidney International melaporkan, bahwa seorang wanita mengalami batu ginjal setelah mengonsumsi 4 g atau lebih vitamin C setiap hari selama empat bulan.
Namun para peneliti belum melakukan penelitian skala besar mengenai asupan vitamin C dan pembentukan batu ginjal. Mereka tahu bahwa orang yang memiliki riwayat batu ginjal lebih mungkin terbentuk jika mereka mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar.
2. Masalah pencernaan
Bahaya lain dari kelebihan vitamin C yakni menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan. Namun efek samping ini tidak terjadi akibat konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, melainkan akibat vitamin C bentuk suplemen.
Beberapa gejala penyakit pencernaan karena suplemen vitamin C meliputi diare, mual atau muntah, heartburn, serta nyeri perut. Jika tidak segera tertangani, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi, merasa lemas, hingga menurunkan tekanan darah dan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh.
3. Ketidakseimbangan nutrisi
Kekhawatiran lain mengenai asupan vitamin C yang berlebihan adalah dapat mengganggu kemampuan tubuh memroses nutrisi lain. Misalnya, vitamin C dapat menurunkan kadar vitamin B-12 dan tembaga dalam tubuh. Kehadiran vitamin C juga dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh yang dapat menyebabkan kadarnya terlalu tinggi.
4. Berisiko kanker
Pada beberapa kasus, vitamin C dapat bertindak sebagai pro-oksidan meski mengandung senyawa antioksidan. Pro-oksidan berpotensi terhadap kerusakan oksidatif. Melansir dari National Institute of Health, sejumlah penelitian in-vitro melaporkan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan kromosom atau DNA.
Kabar buruknya, masalah karena kelebihan asupan suplemen vitamin C ini sangat mungkin berkontribusi terhadap penyakit kanker.
5. Merusak efektivitas niacin-simvastatin
Bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk meningkatkan kolesterol high-density lipoprotein (HDL) pada orang yang memakai obat kombinasi niacin-simvastatin. Obat ini menggabungkan vitamin niacin dengan statin simvastatin (Zocor), dan orang menggunakannya untuk mengobati kolesterol tinggi.
Dokter menganggap kolesterol HDL sebagai kolesterol “baik” karena mengurangi jumlah kolesterol berbahaya dalam darah. Jika seseorang mengonsumsi suplemen vitamin C dan niacin-simvastatin, mereka harus berbicara dengan dokter tentang cara menjadikannya lebih efektif.
6. Kelebihan zat besi
Kondisi kelebihan vitamin C bisa membuat tubuh mengalami kelebihan zat besi atau hemokromatosis. Vitamin C berperan dalam penyerapan mineral zat besi. Jika terlalu banyak, vitamin C bisa membuat tubuh menyerap zat besi lebih banyak hingga melebihi batasnya. Hemokromatosis akibat kelebihan konsumsi vitamin C dapat memperparah kerusakan jaringan tubuh.
Vitamin C memiliki efek samping yang berpotensi berbahaya jika seseorang mengonsumsi terlalu banyak suplemen. Biasanya seseorang tidak akan mengalami efek samping jika banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Jika seseorang mencurigai asupan vitamin C-nya dapat menyebabkan efek samping, mereka harus berkonsultasi dengan dokter.