Jakarta (lampost.co)–Produk kopi yang katanya khusus untuk pria dewasa kini semakin mudah ditemukan. Di warung pinggir jalan, minimarket, hingga platform e-commerce. Pemasaran kopi kejantanan dengan janji meningkatkan stamina, daya tahan tubuh, dan gairah seksual.
Namun, di balik aroma dan rasa yang menggoda, produk ini bisa mengandung zat berbahaya yang tidak tercantum dalam label kemasan. Menurut penjelasan dari pakar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, sebagian kopi pria yang beredar ternyata mengandung sildenafil.
Zat aktif itu yang juga ada dalam obat kuat seperti Viagra. Sildenafil tergolong obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dan pengawasan dokter. Jika konsumsi sembarangan, efek sampingnya sangat serius—dari gangguan fungsi ginjal hingga risiko gagal jantung.
“Produk yang klaimnya sebagai penambah kejantanan, setelah uji di lapangan ternyata mengandung sildenafil sitrat. Kandungan ini bukan berasal dari kopinya, tapi dari bahan kimia yang ada dalam komposisi produk,” kata Taruna, baru-baru ini.
Faktor Psikologis Jadi Pendorong
Maraknya konsumsi kopi semacam ini juga karena faktor psikologis. Banyak pria merasa tertekan oleh ekspektasi sosial untuk selalu tampil kuat dan bertenaga. Sehingga mencari solusi cepat meski tanpa memahami dampaknya.
Padahal, solusi instan semacam ini bisa menjadi bumerang. Obat dalam kopi tersebut bekerja secara sistemik dan bisa membebani organ vital, terutama bila konsumsi rutin.
BPOM menegaskan bahwa produk kopi yang mengandung bahan kimia obat termasuk pelanggaran serius. Penggunaan Bahan Kimia Obat (BKO) tanpa mencantumkan komposisi jelas merupakan bentuk penyesatan dan membahayakan konsumen.
Masyarakat harus lebih kritis terhadap produk yang menawarkan hasil instan. Terutama yang tidak memiliki izin edar resmi atau tidak mencantumkan komposisi dengan lengkap.








