Jakarta (Lampost.co) — Sebuah studi yang terbit dalam Nutrients mengungkapkan mengonsumsi mangga segar mampu membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Serta mengelola kadar gula darah tanpa menambah berat badan.
“Studi kami menunjukkan bahwa menambahkan mangga segar ke dalam makanan dapat menjadi cara sederhana dan menyenangkan bagi orang-orang yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas untuk mendukung fungsi insulin yang lebih baik dan mengurangi risiko diabetes tipe 2,” kata profesor ilmu pangan dan nutrisi Institut Teknologi Illinois Indika Edirisinghe, PhD mengutip dari Health, Selasa, 8 Juli 2025, melansir Antara.
Penelitian melibatkan 48 pria dewasa berusia 20-60 tahun yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dan peradangan kronis tingkat rendah.
Baca Juga:
Kaitan Antara Obesitas dan Makanan Berpotensi Tingkatkan Risiko Kanker Empedu
Peserta terbagi dalam dua kelompok, mereka yang mengonsumsi dua cangkir mangga selama empat minggu. Kelompok lain mengonsumsi es Italia rasa mangga dengan jumlah kalori yang sama.
Peningkatan Resistensi Insulin
Pada akhir uji coba, peneliti mencatat perbaikan kesehatan metabolisme pria yang mengonsumsi mangga segar. Seperti konsentrasi insulin puasa yang lebih rendah, peningkatan resistensi insulin, dan manajemen konsentrasi glukosa yang lebih baik.
Sementara kelompok yang mengonsumsi es Italia mengalami kenaikan berat badan yang sedikit tapi signifikan.
“Peningkatan sensitivitas insulin pada kelompok mangga, tanpa perubahan berat badan, patut dicatat, dan membantah kesalahpahaman tentang kandungan gula alami mangga dan dampaknya terhadap obesitas dan diabetes,” kata Edirisinghe.
Ia juga menambahkan bahwa kekhawatiran berat badan yang naik akibat mengonsumsi mangga tidak terbukti. Orang dengan resistensi insulin juga tidak perlu berhati-hati saat memilih mangga sebagai buah untuk ia makan secara teratur.
Peneliti juga percaya serat, antioksidan, dan polifenol serta senyawa mangiferin yang ada dalam mangga dapat membantu meredakan lonjakan gula darah. Serta meningkatkan respon sel terhadap insulin.
“Serat memperlambat pencernaan dan mengurangi penyerapan gula yang cepat ke dalam sel,” kata ahli diet mikrobioma dan pemilik Compass Nutrition Adriana Castro, RDN.