Penggunaan Antibiotik Secara Berulang pada Anak Dapat Menimbulkan Masalah Kesehatan

Para peneliti menemukan bahwa paparan antibiotik yang sering pada anak dapat mengganggu keseimbangan mikroba usus yang rapuh.

Editor Ricky Marly, Penulis Medcom
Sabtu, 19 April 2025 05.48 WIB
Penggunaan Antibiotik Secara Berulang pada Anak Dapat Menimbulkan Masalah Kesehatan
(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Dalam sebuah studi baru yang terbit dalam Journal of Infectious Diseases, penggunaan antibiotik secara berulang, terutama pada anak dapat menimbulkan konsekuensi.

  • Antibiotik memainkan peran penting dalam memerangi infeksi bakteri. 
  • Tidak semua kondisi kesehatan anak terkait dengan penggunaan antibiotik.
  • Hubungan penggunaan antibiotik dan risiko kesehatan juga bergantung pada jenis antibiotiknya. 

Dalam laman Medical Daily, Kamis, 17 April 2025, para peneliti menemukan bahwa paparan antibiotik yang sering pada anak dapat mengganggu keseimbangan mikroba usus yang rapuh. Ini yang menjadi pemicu berbagai kondisi alergi di kemudian hari, termasuk asma, alergi makanan, dan demam serbuk sari.

“Antibiotik memainkan peran penting dalam memerangi infeksi bakteri. Tetapi dokter harus berhati-hati saat meresepkan antibiotik kepada anak di bawah usia dua tahun. Karena penggunaan yang sering dapat memengaruhi hasil kesehatan jangka panjang,” kata Daniel Horton, penulis utama studi tersebut, melansir Antara.

Baca Juga:

Mengapa Antibiotik Harus Kita Habiskan? Ini Penjelasannya

Studi tersebut juga mencatat adanya hubungan antara penggunaan antibiotik dan risiko cacat intelektual. Tetapi para peneliti memperingatkan bahwa perlu penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hubungan ini.

Tidak Semua

Namun tidak semua kondisi kesehatan anak terkait dengan penggunaan antibiotik. Misalnya tidak ada hubungan yang signifikan antara antibiotik dan risiko timbulnya penyakit autoimun seperti penyakit celiac, radang usus, atau juvenile idiopathic arthritis.

Hubungan penggunaan antibiotik dan risiko kesehatan juga bergantung pada jenis antibiotiknya. Semakin sering anak mengonsumsinya, maka semakin tinggi risikonya.

“Tidak semua infeksi pada anak kecil perlu diobati dengan antibiotik. Orang tua harus terus berkonsultasi dengan dokter anak mereka tentang perawatan terbaik,” kata Horton. Horton juga merupakan profesor madya pediatri dan epidemiologi di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI