Jakarta (Lampost.co) – PTPN I resmi mendukung penguatan ekosistem kesehatan BUMN melalui peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur sejumlah rumah sakit miliknya. Fasilitas kesehatan yang awalnya merupakan klinik perkebunan tersebut akan dikelola secara profesional oleh PT Pertamina Bina Medika IHC di bawah koordinasi Badan Pengelola (BP) Danantara.
Poin Penting
- PTPN I menyerahkan pengelolaan rumah sakit perkebunannya kepada PT Pertamina Bina Medika IHC melalui skema CSPA.
- Konsolidasi ini bertujuan menyamakan kualitas RS BUMN dengan standar swasta dan internasional, sesuai visi Presiden Prabowo.
- PTPN I melakukan langkah ini agar bisa kembali fokus pada inti bisnis (core business) di sektor perkebunan (agroindustri).
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) di Kantor BP Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Prosesi ini dihadiri oleh Chief Operating Officer (COO) BP Danantara, Dony Oskaria, serta Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, dan Direktur Keuangan PTPN I, Donny Gandha Mihardja.
Dalam sambutannya, Dony Oskaria menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan industri kesehatan global harus dijawab dengan kualitas pelayanan yang setara. Ia tidak memungkiri bahwa selama ini fasilitas medis milik negara sering kali dipandang sebelah mata dibandingkan rumah sakit swasta maupun fasilitas medis luar negeri.
“Melalui konsolidasi di bawah naungan BP Danantara, negara berkomitmen menghapus keraguan warga terhadap fasilitas kesehatan miliknya sendiri. Ini sekaligus merealisasikan visi Presiden Prabowo dalam menghadirkan layanan medis mumpuni di 34 ibu kota provinsi di seluruh Indonesia,” ujar Dony.
Menanggapi visi besar tersebut, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan dukungan penuh terhadap peta jalan (roadmap) yang disusun BP Danantara. Teddy menekankan bahwa sebagai pilar utama sektor agroindustri, PTPN I akan kembali fokus pada lini bisnis utama di bidang perkebunan.
“Menyerahkan pengelolaan rumah sakit ke dalam ekosistem yang lebih ahli merupakan langkah paling rasional. PTPN I dapat mempertajam fokus pada bisnis utama tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan yang telah menjadi bagian sejarah panjang perusahaan,” jelas Teddy. Ia meyakini kolaborasi ini akan memberikan “nyawa” baru bagi aset kesehatan perusahaan agar lebih kompetitif dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari rencana besar negara untuk merampingkan anak perusahaan BUMN melalui pilar likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi. Upaya ini diharapkan dapat memastikan setiap fasilitas bekerja secara transparan untuk kepentingan publik serta menjaga keberlanjutan keuangan negara.








