Kawal Ketahanan Pangan di Lampung, Harga Gabah Terjaga di Atas Rp6.500 dan Pupuk Harus Aman

Poin krusial yang jadi perhatian utama pemerintah adalah harga jual hasil panen dan ketersediaan pupuk tetap aman serta mudah diperoleh.

Editor Isnovan Djamaludin, Penulis Antaranews
Sabtu, 09 Mei 2026 15.50 WIB
Kawal Ketahanan Pangan di Lampung, Harga Gabah Terjaga di Atas Rp6.500 dan Pupuk Harus Aman
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menggelar rembuk tani di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026). Foto: ANTARA/Riadi Gunawan

Lampung Selatan (Lampost.co)–Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, menjamin pemerintah akan terus mengawal distribusi pupuk bersubsidi dan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Hal ini demi memperkuat ketahanan pangan nasional, dengan menempatkan Provinsi Lampung sebagai salah satu wilayah prioritas.

Zulkifli Hasan menegaskan pernyataan tersebut saat menggelar agenda Rembuk Tani di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026). Di hadapan ratusan petani, Zulhas menekankan kesejahteraan petani adalah amanat langsung Kepala Negara yang tidak bisa ditunda.

Mandat Presiden: Petani Harus Makmur

Dalam sambutannya, Zulhas mengungkapkan dia mengemban tugas khusus untuk memastikan seluruh kebijakan di sektor pangan berjalan secara efektif di lapangan. Ia menegaskan indikator keberhasilan pangan bukan hanya soal angka produksi, melainkan kemakmuran para pelakunya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Pusat Pembibitan Perkebunan Rakyat di Lampung Selatan

“Saya mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memastikan kebijakan pangan berjalan baik. Petani harus makmur, tidak boleh tawar-menawar,” ujar Zulkifli Hasan dengan penuh semangat.

Ia menjelaskan Pemerintah Pusat saat ini bekerja keras memastikan ketersediaan pupuk tetap aman dan mudah diperoleh tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

Stabilisasi Harga Gabah sebagai Penopang Produksi

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah harga jual hasil panen. Menko Pangan memastikan pemerintah akan menjaga harga gabah agar tetap berada di atas Rp6.500 per kilogram. Angka ini dinilai sebagai batas aman agar petani bisa memperoleh keuntungan yang layak dan menutup biaya modal produksi.

Menurutnya, harga yang stabil akan memicu semangat para petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka. Dalam dialog tersebut, para petani mengakui distribusi pupuk saat ini sudah jauh lebih baik dari periode-periode sebelumnya. Stabilitas harga gabah saat ini juga memberikan dampak positif langsung terhadap pendapatan rumah tangga petani di Lampung Selatan.

Merespons Kebutuhan Infrastruktur Pertanian

Meskipun distribusi pupuk dan harga gabah menunjukkan tren positif, para petani di Kecamatan Penengahan tetap menyampaikan aspirasi mengenai sejumlah kebutuhan penunjang yang masih mendesak. Beberapa usulan yang mencuat antara lain kebutuhan bibit unggul, perbaikan saluran irigasi yang rusak, pembangunan embung, pengadaan sumur bor untuk antisipasi kemarau, hingga bantuan alat mesin pertanian (alsintan) seperti hand tractor dan traktor roda empat.

Merespons permintaan tersebut, Zulkifli Hasan meminta Bupati Lampung Selatan segera menyusun usulan resmi. “Nanti urus suratnya, kirim ke saya, kita urus bersama. Yang penting kebutuhan petani harus kita bantu,” katanya memberikan solusi konkret.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut hangat perhatian besar Pemerintah Pusat. Ia menilai kunjungan kerja Menko Pangan ini memberikan suntikan motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

“Dukungan Pemerintah Pusat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Egi. Harapannya sinergi antara pusat dan daerah ini dapat menjadikan Lampung Selatan sebagai percontohan wilayah yang sukses dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI