Bandar Lampung (Lampost.co): Maraknya aksi tawuran pelajar kembali memicu keresahan di tengah masyarakat. Para orang tua, khususnya yang memiliki anak laki-laki, mengaku khawatir anak mereka ikut terlibat dalam aksi kekerasan yang belakangan kembali muncul di sejumlah wilayah.
Masyarakat menilai tawuran tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.
Karena itu, para orang tua berharap anak-anak tidak mudah mengikuti ajakan teman maupun kelompok yang memicu bentrokan.
Salah seorang wali murid mengaku selalu merasa cemas ketika anaknya belum pulang tepat waktu pada malam hari.
Ia khawatir anaknya berada di lokasi rawan tawuran atau terseret pergaulan yang salah.
“Sekarang kalau anak keluar malam pasti kepikiran terus. Takut ikut-ikutan teman dan akhirnya terlibat tawuran. Kami sebagai orang tua tentu khawatir,” ujarnya.
Menurut dia, keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar harus bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap anak.
Ia juga meminta para orang tua lebih aktif memantau aktivitas dan pergaulan anak agar tidak terjerumus ke tindakan negatif.
Selain pengawasan keluarga, masyarakat meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli di sejumlah titik yang sering menjadi lokasi berkumpul remaja pada malam hari.
Warga menilai kehadiran polisi penting untuk mencegah tawuran sebelum memicu korban.
Masyarakat berharap patroli rutin dapat memberikan rasa aman sekaligus menekan potensi bentrokan antarkelompok pelajar.
Mereka juga meminta pemerintah dan aparat menghadirkan pembinaan bagi remaja agar energi anak muda tersalurkan ke kegiatan yang lebih positif.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update