Lampung Selatan Matangkan Layanan Sedot Tinja Terjadwal, Sanitasi Modern Mulai Disiapkan

Editor Adi Sunaryo
Rabu, 13 Mei 2026 23.45 WIB
Lampung Selatan Matangkan Layanan Sedot Tinja Terjadwal, Sanitasi Modern Mulai Disiapkan
Focus Group Discussion (FGD) I Pendampingan Implementasi LLTT yang digelar Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Lampung, Rabu (13/5/2026).

Bandar Lampung (Lampost.co)— Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mematangkan penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) Tahun 2026 guna memperkuat sistem sanitasi dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Langkah itu ditandai melalui Focus Group Discussion (FGD) I Pendampingan Implementasi LLTT yang digelar Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Lampung, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Lampung Selatan Jadi Percontohan Nasional, 4.626 Anak Berhasil Kejar Imunisasi Zero Dose

FGD tersebut menjadi tahap awal penyusunan sistem pengelolaan air limbah domestik yang lebih tertata, terukur, dan berkelanjutan di Lampung Selatan.

Sejumlah organisasi perangkat daerah ikut terlibat dalam forum itu, mulai dari Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PMD, Bappeda, Dinas Kominfo, Bagian Hukum, hingga UPTD SPALD dan UPT PUPR Natar.

Kepala BPBPK Lampung melalui Kepala Seksi Perencanaan II, Miarka Risdawati, mengatakan forum tersebut penting untuk menyatukan persepsi dan memastikan kesiapan implementasi program di lapangan.

“Perencanaan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan akhirnya menghadirkan layanan yang benar-benar dapat masyarakat rasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dalam diskusi itu, pemerintah mulai membahas sejumlah agenda strategis. Di antaranya sensus SPALD-S terhadap 100 kepala keluarga sebagai proyek percontohan, pemetaan calon pelanggan, hingga penyusunan sistem pencatatan volume lumpur tinja di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Peserta FGD juga membahas penguatan tata kelola IPLT Tanjung Sari Natar serta peningkatan edukasi masyarakat melalui surat edaran bupati, media sosial, dan video kampanye sanitasi.

Jadi Program Desa Helau

Tak hanya itu, program LLTT juga mendapat dorongan masuk dalam indikator Desa Helau. Hal ini agar penguatan sanitasi menjadi bagian pembangunan desa secara menyeluruh.

Dalam forum tersebut, BPBPK Lampung bersama Tim Koordinasi LLTT Lampung Selatan mulai menyusun draft tarif layanan sedot tinja terjadwal. Pemerintah akan menyesuaikan tarif dengan kondisi ekonomi masyarakat, jarak septic tank ke IPLT, dan biaya operasional layanan.

Pemkab Lampung Selatan menilai LLTT bukan sekadar program teknis pengelolaan limbah. Program itu menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan sehat. Selain itu juga menekan risiko penyakit berbasis lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui forum itu, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama. Hal ini agar layanan sanitasi modern benar-benar dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI