Bandar Lampung (Lampost.co) — Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Lampung menyebut terdapat 2.108 sekolah madrasah menerapkan kurikulum baru.
Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 450 Tahun 2024 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (PenMad) Kanwil Kemenag Lampung, Ahmad Rifa’i, menjelaskan jumlah itu dari semua tingkatan. Mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
“Sisanya masih ada sekitar 300 sekolah lebih menunggu SK. InsyaAllah tahun ini semua menerapkan Kurikulum Merdeka,” ujar Rifa’i Kamis, 18 Juli 2024.
Menurut dia, implementasi kurikulum merdeka di madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, demi upaya menciptakan lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global.
Dia menilai jumlah siswa madrasah di Lampung saat ini 217.407 orang. Atas kurikulum baru itu, kualitas pembelajaran menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan siswa.
“Metode pembelajaran itu berbasis proyek dan penelitian untuk memperkuat kompetensi siswa. Peran guru juga harus meningkat sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran,” kata dia.
Ciri Khas Kurikulum Madrasah
Adapun yang menjadi ciri khas dalam kurikulum baru itu, model pembelajaran turut memuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’ Alamin (P5RA).
Rahmatan Lil ‘Alamin memberi nilai lebih untuk membimbing peserta didik menjadi manusia moderat dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik.
“Nilai-nilai agama ini menjadi pertimbangan dalam cara berpikir, bersikap dan bertindak untuk menyikapi fenomena kehidupan,” ujarnya.
Selain itu, kurikulum merdeka menekankan aspek inklusifitas dan berkeadilan untuk semua. Siswa juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang sesuai potensi masing-masing
Kemudian, pembelajaran berbasis proyek mendorong pembelajaran yang melibatkan proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan siswa. Termasuk pemanfaatan teknologi yang terintegrasi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.
“Kurikulum merdeka di madrasah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendekatan yang fleksibel. Madrasah harus mampu menghasilkan lulusan kompeten, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata dia.








