Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menyampaikan bahwa pihaknya berhasil menjaga kelancaran arus mudik dan balik meski terjadi lonjakan penumpang pada puncak arus balik.
“ASDP melayani total 1.148.252 penumpang sejak H-10 hingga H+6. Jumlah ini meningkat 2,5 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu,” ujar Rio di Bakauheni, Minggu.
ASDP juga mencatat total kendaraan yang menyeberang mencapai 275.622 unit. Angka tersebut naik 4,6 persen ketimbang tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus mencerminkan efektivitas pengelolaan operasional penyeberangan.
Rio menjelaskan, hingga H+6 pukul 23.59 WIB, sebanyak 713.702 pemudik telah kembali ke Pulau Jawa melalui lintasan Sumatera–Jawa.
“Jumlah tersebut telah mencapai 79 persen dari total arus mudik. Artinya, masih terdapat 185.162 penumpang yang belum kembali,” jelasnya.
Untuk kendaraan, ASDP mencatat sebanyak 185.231 unit telah kembali ke Pulau Jawa atau sekitar 77 persen dari total arus mudik.
“Kami mencatat masih ada 54.689 unit kendaraan yang belum kembali hingga H+6,” tambah Rio.
Rio menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini. Ia menilai kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
“Seluruh pemangku kepentingan menunjukkan koordinasi yang solid, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kolaborasi ini memungkinkan kami mengambil keputusan secara cepat, mengelola arus secara adaptif, dan merespons dinamika di lapangan dengan efektif,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor tersebut membuat layanan penyeberangan tetap berjalan stabil sepanjang periode libur panjang Lebaran 2026. (ANT)