• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 02/02/2026 03:59
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Nasib Sopir Angkot di Bandar Lampung Makin Terjepit, Harap pada Penumpang Sekolah

Kini, jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya sekitar 35 unit.

Delima NapitupuluUmar RobbanibyDelima NapitupuluandUmar Robbani
07/10/25 - 19:13
in Bandar Lampung
A A
angkot

Angkot di Bandar Lampung. (Lampost/Umar Robbani)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Setiap pagi sebelum pukul 07.00 WIB, Indra Nasution sudah duduk di bangku kemudi Suzuki Carry hijau milik bosnya. Ia harus berangkat lebih awal agar tidak kehilangan penumpang, sebab setelah jam itu, anak-anak sekolah sudah tiba di sekolah.

Indra merupakan satu dari sedikit sopir angkot jurusan Tanjungkarang–Garuntang yang masih bertahan di tengah kian sepinya penumpang. Ia mengaku tidak punya pilihan lain karena sulit mendapatkan pekerjaan baru.
“Bukan karena hasilnya besar, tapi karena tidak ada pekerjaan lain,” ujarnya.

Sebagai pengurus Perkumpulan Sopir Lampu Merah Persimpangan Garuntang (Lampu Siger), Indra bercerita bahwa dulu ada sekitar 135 unit angkot di trayek tersebut. Kini, jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya sekitar 35 unit.

“Yang lain sudah dijual, dibawa ke luar kota, atau beralih jadi angkutan sayur,” ungkapnya, Selasa, 7 Oktober 2025. Menurut Indra, angkot kini sangat bergantung pada penumpang anak sekolah. Saat musim libur, para sopir nyaris tidak membawa uang ke rumah.

Dalam kondisi normal, ia hanya bisa membawa pulang Rp50–80 ribu per hari di luar setoran. Namun jika sedang sepi, kadang uang yang dibawa tak cukup untuk membeli bensin.

“Kadang kami minta uang ke bos, sekadar isi bensin motor. Dikasih Rp10 ribu saja sudah syukur,” katanya. Indra menilai, kemerosotan pendapatan itu mulai terasa sejak ojek online marak di Lampung sekitar sepuluh tahun lalu.
“Ojek online mengambil sekitar 40 persen penumpang kami. Sejak saat itu, penghasilan terus menurun,” ujarnya.

Ia juga pesimistis terhadap rencana program peremajaan angkot yang digagas Pemerintah Kota Bandar Lampung. Menurutnya, program itu hanya akan menguntungkan pemilik angkot, bukan para sopir.

“Kalau programnya untuk pemilik, kami tidak merasakan manfaatnya. Sopir cuma jalanin saja,” tegasnya.

Orang Tua

Pandangan serupa disampaikan Rizki, sopir angkot jurusan Tanjungkarang–Rajabasa. Ia menuturkan, kini penumpang angkot kebanyakan berasal dari kalangan orang tua yang tidak memiliki kendaraan dan kurang paham teknologi.

“Anak muda lebih pilih ojek online. Paling yang naik orang tua atau anak sekolah,” ujarnya. Kondisi tersebut semakin parah setelah pandemi Covid-19 pada 2020.

Sejak itu, penumpang semakin berkurang, sementara biaya operasional tetap tinggi. Rizki pun meragukan efektivitas program peremajaan angkot. “Sekarang saja susah cari penumpang, bagaimana mau nyicil angkot baru?” ujarnya.

Sementara itu, Saman, sopir angkot jurusan Panjang–Sukaraja, mengatakan pendapatannya tak menentu. Dalam sehari, ia hanya memperoleh antara Rp40–70 ribu. Bila sedang beruntung, ia bisa meraup hingga Rp100 ribu, meski jarang.

“Kalau anak sekolah libur, bisa cuma dapat Rp30 ribu. Kadang cuma setor tanpa bawa uang pulang,” keluhnya.

Kisah Indra, Rizki, dan Saman menggambarkan betapa beratnya perjuangan sopir angkot di Bandar Lampung. Di tengah derasnya arus modernisasi transportasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, mereka berjuang keras agar roda kehidupan tetap berputar. (Bodi Man)

Tags: angkot Bandar Lampungekonomi rakyatOjek Onlinesopir angkottransportasi kota
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini. Dok BMKG

Waspada Dampak Hujan di Kota Bandar Lampung

byTriyadi Isworo
01/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini Kota Bandar Lampung. Waspada dampak hujan melanda...

Pantai Gunung Kunyit, Salah Satu Spot Terbaik Menikmati Sunset

Pantai Gunung Kunyit, Salah Satu Spot Terbaik Menikmati Sunset

byRicky Marly
30/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pantai Gunung Kunyit menjadi salah satu destinasi favorit warga Bandar Lampung untuk menikmati keindahan matahari terbenam...

CSR PLN UID LAMPUNG1

PLN UID Lampung Salurkan Bantuan Alat Keselamatan dan Perahu Evakuasi ke BPBD

byIsnovan Djamaludin
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)—PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menunjukkan komitmen nyata dalam penguatan mitigasi bencana di wilayah Bumi...

Berita Terbaru

logo Serie A
Bola

Napoli Bangkit Tekuk Fiorentina 2-1

byIsnovan Djamaludin
01/02/2026

Naples (Lampost.co)—Napoli berhasil memetik poin penuh saat menjamu Fiorentina dalam lanjutan pekan ke-23 Serie A musim 2025/2026. Bertanding di Stadion...

Read moreDetails
Menteri PPPA Apresiasi Keterlibatan Petugas Haji Perempuan pada Tahun Ini

Menteri PPPA Apresiasi Keterlibatan Petugas Haji Perempuan pada Tahun Ini

01/02/2026
Madura United vs PSBS Biak1

Madura United dan PSBS Biak Harus Puas Berbagi Poin

01/02/2026
Mayat tanpa Kepala di Pantai Lentera Gegerkan Warga Pesisir Barat

Mayat tanpa Kepala di Pantai Lentera Gegerkan Warga Pesisir Barat

01/02/2026
sassuolo rayakan kemenangan atas pisa

Aksi Krusial Jay Idzes Bawa Sassuolo Menang

01/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.