IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 04/04/2026 09:07
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung Bandar Lampung

Nasib Sopir Angkot di Bandar Lampung Makin Terjepit, Harap pada Penumpang Sekolah

Kini, jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya sekitar 35 unit.

Delima NapitupuluUmar RobbanibyDelima NapitupuluandUmar Robbani
07/10/25 - 19:13
in Bandar Lampung
A A
angkot

Angkot di Bandar Lampung. (Lampost/Umar Robbani)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Setiap pagi sebelum pukul 07.00 WIB, Indra Nasution sudah duduk di bangku kemudi Suzuki Carry hijau milik bosnya. Ia harus berangkat lebih awal agar tidak kehilangan penumpang, sebab setelah jam itu, anak-anak sekolah sudah tiba di sekolah.

Indra merupakan satu dari sedikit sopir angkot jurusan Tanjungkarang–Garuntang yang masih bertahan di tengah kian sepinya penumpang. Ia mengaku tidak punya pilihan lain karena sulit mendapatkan pekerjaan baru.
“Bukan karena hasilnya besar, tapi karena tidak ada pekerjaan lain,” ujarnya.

Sebagai pengurus Perkumpulan Sopir Lampu Merah Persimpangan Garuntang (Lampu Siger), Indra bercerita bahwa dulu ada sekitar 135 unit angkot di trayek tersebut. Kini, jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya sekitar 35 unit.

“Yang lain sudah dijual, dibawa ke luar kota, atau beralih jadi angkutan sayur,” ungkapnya, Selasa, 7 Oktober 2025. Menurut Indra, angkot kini sangat bergantung pada penumpang anak sekolah. Saat musim libur, para sopir nyaris tidak membawa uang ke rumah.

Dalam kondisi normal, ia hanya bisa membawa pulang Rp50–80 ribu per hari di luar setoran. Namun jika sedang sepi, kadang uang yang dibawa tak cukup untuk membeli bensin.

“Kadang kami minta uang ke bos, sekadar isi bensin motor. Dikasih Rp10 ribu saja sudah syukur,” katanya. Indra menilai, kemerosotan pendapatan itu mulai terasa sejak ojek online marak di Lampung sekitar sepuluh tahun lalu.
“Ojek online mengambil sekitar 40 persen penumpang kami. Sejak saat itu, penghasilan terus menurun,” ujarnya.

Ia juga pesimistis terhadap rencana program peremajaan angkot yang digagas Pemerintah Kota Bandar Lampung. Menurutnya, program itu hanya akan menguntungkan pemilik angkot, bukan para sopir.

“Kalau programnya untuk pemilik, kami tidak merasakan manfaatnya. Sopir cuma jalanin saja,” tegasnya.

Orang Tua

Pandangan serupa disampaikan Rizki, sopir angkot jurusan Tanjungkarang–Rajabasa. Ia menuturkan, kini penumpang angkot kebanyakan berasal dari kalangan orang tua yang tidak memiliki kendaraan dan kurang paham teknologi.

“Anak muda lebih pilih ojek online. Paling yang naik orang tua atau anak sekolah,” ujarnya. Kondisi tersebut semakin parah setelah pandemi Covid-19 pada 2020.

Sejak itu, penumpang semakin berkurang, sementara biaya operasional tetap tinggi. Rizki pun meragukan efektivitas program peremajaan angkot. “Sekarang saja susah cari penumpang, bagaimana mau nyicil angkot baru?” ujarnya.

Sementara itu, Saman, sopir angkot jurusan Panjang–Sukaraja, mengatakan pendapatannya tak menentu. Dalam sehari, ia hanya memperoleh antara Rp40–70 ribu. Bila sedang beruntung, ia bisa meraup hingga Rp100 ribu, meski jarang.

“Kalau anak sekolah libur, bisa cuma dapat Rp30 ribu. Kadang cuma setor tanpa bawa uang pulang,” keluhnya.

Kisah Indra, Rizki, dan Saman menggambarkan betapa beratnya perjuangan sopir angkot di Bandar Lampung. Di tengah derasnya arus modernisasi transportasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, mereka berjuang keras agar roda kehidupan tetap berputar. (Bodi Man)

Tags: angkot Bandar Lampungekonomi rakyatOjek Onlinesopir angkottransportasi kota
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Palapa Lepaskan Tembakan

Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Palapa Lepaskan Tembakan

byRicky Marlyand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kawanan pelaku pencurian melepaskan tembakan setelah berhasil menggasak sepeda motor matik milik salah seorang pekerja Fantastic...

audiensi Rektor UIN RIL, Prof. Wan Jamaluddin, bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, di Ruang Rapat Wali Kota, Jumat (3/4/2026).

Pemkot Bandar Lampung Dukung Pembangunan RS UIN Raden Intan

byDelima Napitupuluand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Kolaborasi Pemkot Bandar Lampung dan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung semakin solid, terutama dalam penyediaan fasilitas layanan...

- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Wan Jamaluddin melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Sinergi Berlanjut, Rektor UIN RIL Apresiasi Dukungan Pemkot

byDelima Napitupuluand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Mengawali masa jabatan periode keduanya, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Wan Jamaluddin, melakukan...

Berita Terbaru

Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah
Lampung

Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah

byRicky Marlyand1 others
04/04/2026

Gunung Sugih (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi menabuh genderang perbaikan infrastruktur jalan tahun anggaran 2026. Gubernur Lampung, Rahmat...

Read moreDetails
harga HP Tecno April 2026

Harga HP Tecno April 2026: Murah Tapi Spek Nggak Murahan

03/04/2026
planet Merkurius

Merkurius: Planet Kecil dengan Suhu Paling Ekstrem di Tata Surya

03/04/2026
Trojan Android

Ancaman di Android 2025: Trojan Perbankan Naik Drastis

03/04/2026
Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

03/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.