Pemprov – Baznas Lampung Bangun Karakter dan Akhlak Generasi Muda

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Baznas Provinsi Lampung melakukan i'tikaf bersama dan pesantren kilat

Editor Triyadi Isworo
Minggu, 15 Maret 2026 04.25 WIB
Pemprov – Baznas Lampung Bangun Karakter dan Akhlak Generasi Muda
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menghadiri kegiatan i’tikaf bersama dan pesantren kilat bagi siswa SMA/SMK se-Kota Bandar Lampung yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung di Islamic Center Bandar Lampung, Sabtu (14/3/2026). Dok ADPIM Lampung

Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Baznas Provinsi Lampung melakukan i’tikaf bersama dan pesantren kilat bagi siswa SMA/SMK se-Kota Bandar Lampung. Kegiatan tersebut tergelar pada Islamic Center Bandar Lampung, Sabtu, 14 Maret 2026.

“Kualitas generasi muda yang berakhlak dan berilmu akan menjadi faktor penentu kemajuan daerah masa depan.” kata Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Kemudian, ia mengapresiasi inisiatif Baznas Provinsi Lampung yang tidak hanya menghadirkan program bantuan sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Tetapi juga aktif memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung. Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Baznas Provinsi Lampung. Terus menghadirkan program-program yang tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi. Tetapi juga memperkuat pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.

Selanjutnya ia menekankan bahwa masa depan suatu daerah sangat tertentukan oleh kondisi pemudanya. Jika generasi muda memiliki akhlak yang baik, rajin belajar, dan memiliki adab yang kuat. Maka masa depan daerah akan cerah.

“Sebaliknya, jika generasi mudanya jauh dari nilai-nilai agama dan pendidikan. Maka kemajuan daerah akan terhambat,” katanya.

Lalu menurutnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada kekuatan ekonomi, pertanian, maupun pertahanan. Tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual masyarakatnya. “Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ketika agama masyarakatnya baik. Maka aspek kehidupan lainnya juga akan ikut baik. Baik ekonomi, sosial, maupun kehidupan berbangsa,” jelasnya.

Pondasi Agama

Kemudian Gubernur Mirza juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi juga menjadikan agama sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan.

Selanjutnya ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Sehingga perlu penguatan nilai agama sebagai benteng moral.

“Pemuda perlu belajar sains, IT, sosial, kedokteran, dan berbagai bidang lainnya. Namun jika tidak memiliki pondasi agama yang kuat, belum tentu ilmu itu membawa kebaikan. Sebaliknya, jika agamanya baik, apa pun profesinya kelak akan menjadi kebaikan bagi dirinya dan masyarakat,” tegasnya.

Gubernur menyampaikan bahwa saat ini terdapat ratusan ribu pelajar tingkat SMA di Provinsi Lampung dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki usia produktif. Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat perlu menyiapkan generasi tersebut. Agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui kegiatan pesantren kilat ini, Gubernur Mirza berharap para siswa dapat memperkuat iman. Lalu memperdalam pemahaman agama, serta membangun karakter yang baik.

“Pesantren kilat bukan sekadar kegiatan Ramadan. Tetapi menjadi ruang bagi adik-adik untuk memperkuat iman. memperbaiki akhlak, dan membangun karakter yang kuat,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga berpesan kepada para siswa untuk terus belajar. Menggunakan teknologi secara bijak, serta menjadi generasi yang peduli terhadap sesama. Dan membanggakan orang tua, guru, serta daerah Lampung.

“Saya berharap dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Lampung. Menjadi gubernur, akademisi, pengusaha, ulama, dan tokoh-tokoh hebat. Terlebih yang akan membangun Provinsi Lampung ke depan,” katanya.

Gerakan Infak

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan kegiatan i’tikaf dan pesantren kilat ini merupakan bentuk rasa syukur. Sekaligus upaya Baznas dalam membina generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama. Tetapi juga mempelajari adab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari adab di masjid hingga adab dalam kehidupan sosial.

Pada kesempatan tersebut, Baznas Provinsi Lampung juga menyalurkan santunan kepada sekitar 100 siswa. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar yang membutuhkan.

Selain itu, Baznas juga mendorong penguatan Gerakan Infak Pendidikan. Terlebih yang melibatkan pelajar melalui organisasi Rohani Islam (Rohis) di sekolah-sekolah. Dana yang terhimpun melalui gerakan ini nantinya akan tergunakan kembali. Apalagi untuk membantu siswa kurang mampu lingkungan sekolah masing-masing.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI