Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung didorong untuk terus meningkatkan kualitas dan kematangan inovasi daerah agar mampu bersaing dalam penilaian nasional.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo saat melakukan evaluasi terhadap perkembangan inovasi di Kota Bandar Lampung, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Yusharto, secara umum kualitas inovasi yang dimiliki Pemerintah Kota Bandar Lampung sudah menunjukkan perkembangan positif. Terutama dari sisi kelengkapan bukti pendukung atau evidence dalam setiap program inovasi yang mereka ajukan.
“Dari hasil yang kami pelajari, inovasi di Kota Bandar Lampung sudah memiliki pemenuhan evidence yang cukup baik. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai inovasi daerah,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai masih perlu penguatan agar inovasi yang ada dapat naik tingkat dalam aspek kematangan inovasi.
Ia menjelaskan, peningkatan perlu kita lakukan secara bertahap mulai dari parameter dasar menuju level yang lebih tinggi. Upaya ini agar kualitas inovasi semakin optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Untuk itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung agar tidak hanya menghadirkan program baru. Tetapi juga memperkaya data dukung, dokumentasi, hingga dampak nyata dari inovasi yang pemerintah jalankan.
“Setiap OPD perlu memperkuat kualitas evidence. Semakin lengkap dan terukur dampaknya, maka peluang inovasi tersebut untuk naik level dalam penilaian nasional juga semakin besar,” katanya.
Selain memperkuat kualitas, Yusharto juga mendorong peningkatan jumlah inovasi, khususnya pada sektor pelayanan dasar yang menjadi prioritas pemerintah. Pada 2026, pemerintah menargetkan cakupan inovasi pelayanan dasar meningkat dari tiga sektor menjadi lima sektor utama.
Beberapa sektor yang saat ini telah memiliki inovasi di Kota Bandar Lampung antara lain bidang ketenteraman dan ketertiban umum, pendidikan, serta kesehatan. Namun pemerintah pusat masih mendorong lahirnya inovasi baru pada sektor sosial, perumahan dan kawasan permukiman, pekerjaan umum, hingga penataan ruang.
Menurutnya, peluang pengembangan inovasi daerah masih sangat luas. Sebab, terdapat sedikitnya 54 jenis inovasi yang dapat kita kembangkan dan selaraskan dengan program prioritas pemerintah daerah.
“Artinya masih banyak ruang bagi OPD lain untuk ikut berkontribusi menghadirkan inovasi baru. Dengan berbagai contoh yang sudah ada, kami berharap dinas-dinas lain juga semakin terpacu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Bandar Lampung,” ujarnya.
Penguatan inovasi daerah menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sekaligus mempercepat pembangunan daerah yang lebih adaptif, efektif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update