BI Lampung Petakan Daerah Surplus dan Defisit Pangan

Inflasi gabungan Provinsi Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 0,53 persen secara year on year (yoy)

Editor Asrul Septian Malik
Selasa, 12 Mei 2026 21.27 WIB
BI Lampung Petakan Daerah Surplus dan Defisit Pangan
Rapat pembahasan inflasi daerah di Pemprov Lampung

Bandar Lampung (Lampost.co) — Inflasi gabungan Provinsi Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 0,53 persen secara year on year (yoy). Sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,04 persen dan inflasi month to month sebesar 0,55 persen.

Capaian itu melanjutkan tren positif pengendalian inflasi di Lampung dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2025, inflasi Lampung berada di angka 1,25 persen atau terendah di Sumatera.

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Fiskara Indawan, mengatakan tekanan inflasi masih didominasi komoditas pangan. Cabai, bawang merah, minyak goreng, dan gula pasir menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

“Komoditas pangan masih menjadi perhatian utama dalam pengendalian inflasi,” kata dia, Selasa, 12 Mei 2026.

Perkuat Distribusi Pangan

BI bersama Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung daya beli masyarakat.

Selain itu, BI juga memetakan daerah surplus dan defisit pangan di setiap kabupaten/kota. Pemetaan tersebut bertujuan memperlancar distribusi bahan pangan antarwilayah sehingga pasokan tetap terjaga.

Dengan langkah itu, pemerintah dapat lebih cepat melakukan intervensi saat terjadi kekurangan pasokan di suatu daerah.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI