Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penggunaan pupuk organik cair (POC) pada sektor pertanian sebagai upata untuk menjaga kesuburan tanah dan menekan biaya produksi.
Poin penting :
1. POC jadi kunci penting untuk kesuburan pertanian.
2. Kondisi tanah juga harus diperhatikan untuk mendukung kesuburan.
3. POC jadi alternatif ditengah banyaknya pupuk kimia.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan upaya ini untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan stabilitas produksi pangan daerah.
Menurutnya, kondisi tanah yang terjaga menjadi faktor penting dalam mempertahankan produktivitas pertanian dalam jangka panjang, terutama untuk komoditas strategis seperti padi.
“Tanah yang sehat akan menghasilkan panen yang stabil dan menurunkan beban petani. Ini investasi jangka panjang,” ujarnya.
Ia menilai, penggunaan pupuk organik cair dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang berpotensi menurunkan kualitas tanah jika digunakan secara berlebihan.
Jihan menjelaskan, Provinsi Lampung saat ini tercatat sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan menempati peringkat keenam nasional dalam produksi padi.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, jumlah produksi padi Lampung pada 2025 mengalami peningkatan signifikan.
Produksi padi pada 2024 tercatat sekitar 2,79 juta ton, kemudian naik menjadi 3,2 juta ton pada 2025 atau bertambah sekitar 408 ribu ton.
“Pemprov Lampung menargetkan produksi padi pada 2026 mencapai 3,3 juta ton melalui penguatan sinergi program pusat dan daerah,” ujarnya memungkasi.








