Bandar Lampung (lampost.co)–Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, memberikan imbauan tegas kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk memprioritaskan pembenahan infrastruktur sistem drainase. Langkah ini guna meminimalisasi persoalan banjir yang terus berulang di ibu kota provinsi tersebut.
Kostiana menyoroti rencana kolaborasi penanganan banjir antara Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Pesawaran yan pembahasannya sejak tahun lalu namun belum terealisasi. Menurutnya, sinkronisasi antarwilayah sangat krusial karena aliran air di ibu kota saling berkaitan dengan daerah penyangga.
“Sama-sama kita perhatikan ibu kota provinsi ini, yang seharusnya sudah aman dari banjir. Jika kolaborasi antardaerah berjalan, insyaallah itu bisa sangat membantu mengurangi luapan air,” ujar Kostiana, baru-baru ini.
Selain infrastruktur, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyayangkan minimnya kehadiran aparatur wilayah seperti lurah, camat, hingga ketua lingkungan dalam kegiatan reses dewan. Padahal, forum tersebut merupakan momen penting untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait perbaikan gorong-gorong dan drainase yang sempit.
“Kami sedang reses di 11 titik, namun kehadiran pamong sangat minim. Kehadiran mereka penting agar aspirasi warga, terutama soal banjir, bisa langsung sinkron dengan usulan Musrenbang,” tegasnya.
Duka Cita
Kostiana turut menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah banjir yang melanda Bandarlampung pada Jumat, 6 Maret 2026. Berdasarkan laporan BPBD, banjir merendam sedikitnya 38 titik yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang dinyatakan hilang.
Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak terkait untuk tidak lagi menunda perbaikan infrastruktur vital. Pembenahan drainase dan koordinasi yang kuat di tingkat bawah hingga atas menjadi kunci agar keselamatan warga Bandarlampung tetap terjaga. (ANT)








