Bandar Lampung (Lampost.co)–Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mendukung penuh serta mengapresiasi tinggi program Pupuk Organik Cair (POC) inisiasi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Dia menilai kebijakan ini sebagai terobosan strategis untuk membantu petani menekan biaya produksi. Sekaligus meningkatkan produktivitas panen di Bumi Ruwa Jurai pada tahun 2026 ini.
Poin penting:
- DPRD dukung penuh program POC gratis untuk petani.
- Perkuat produktivitas dan ketahanan pangan daerah.
- Perluasan cakupan dan optimalisasi fasilitas desa.
Menurut legislator dari Fraksi Partai Gerindra tersebut, pemberian POC secara gratis merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan petani. Di tengah kebijakan pupuk subsidi yang tetap mengharuskan adanya penebusan, kehadiran POC gratis menjadi solusi tambahan yang sangat meringankan beban masyarakat tani.
Dukungan untuk Ketahanan Pangan
“Program ini sangat positif untuk menunjang dan mendongkrak produksi petani, baik untuk komoditas jagung, padi, singkong, kedelai, maupun tanaman pertanian lainnya,” ujar Mikdar Ilyas saat memberikan keterangan di Bandar Lampung, Februari 2026.
Baca juga: Pemprov Lampung Genjot Unit Produksi POC di 1.000 Titik pada 2026
Mikdar menjelaskan meskipun Pemerintah Pusat telah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen sejak akhir tahun lalu, kebutuhan petani terhadap alternatif nutrisi tanaman yang berkualitas dan terjangkau tetap sangat tinggi. Oleh karena itu, pembangunan rumah produksi POC yang telah menjangkau ratusan desa di Lampung merupakan langkah konkret yang patut mendapat acungan jempol.
Sebagai anggota Dewan yang membidangi sektor pertanian, Mikdar memastikan Komisi II DPRD Lampung akan terus mengawal keberlanjutan program tersebut. Ia memandang POC tidak hanya membantu efisiensi biaya tanam. Akan tetapi juga memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan pangan daerah agar Lampung tetap menjadi lumbung pangan nasional yang disegani.
Optimalkan Fasilitas Desa
Ia juga mendorong para petani dan kelompok tani di desa-desa yang telah memiliki fasilitas produksi POC agar memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal. Koordinasi aktif antara kelompok tani dan pengelola rumah produksi di tingkat desa menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benar sampai ke tangan petani.
“Bantuan ini gratis dan sudah tersedia di desa. Tinggal bagaimana kelompok tani berinisiatif memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan kualitas tanah dan hasil panen mereka,” ujarnya.
Baca juga: Pembuatan Pupuk Organik Cair Dorong Kemandirian Petani
Mikdar optimistis sinergi antara pupuk subsidi Pemerintah Pusat dan program POC gratis dari Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkokoh posisi Lampung dalam memproduksi berbagai komoditas unggulan. Saat ini, program POC baru menjangkau sekitar 500 desa dari total lebih dari 2.300 desa di Lampung. Namun, Pemprov Lampung menargetkan penambahan hingga 1.000 titik produksi baru sepanjang tahun 2026.
“Kami di Komisi II tentu mendukung penuh dan berharap cakupan program ini terus bertambah luas ke seluruh wilayah Lampung. Hal itu demi kesejahteraan petani yang lebih merata,” ujar Mikdar.








