Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyalurkan bantuan sosial kepada 1.202 warga yang terdampak bencana banjir bandang. Bantuan berupa beras dan uang tunai senilai Rp1 juta per kepala keluarga (KK) tersebut sebagai langkah cepat pemulihan pascabencana.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjelaskan bahwa bantuan ini prioritas bagi warga di empat kecamatan dengan dampak kerusakan paling signifikan, yakni Rajabasa, Tanjung Senang, Sukarame, dan Sukabumi.
“Bantuan saat ini kami fokuskan kepada warga yang rumahnya terdampak langsung. Untuk warga yang terdampak di bagian luar masih terus kami data agar semua terjangkau,” ujar Eva Dwiana, Minggu, 8 maret 2026.
Dalam peristiwa banjir yang terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 lalu, Pemkot mencatat adanya korban jiwa, namun tidak ada laporan korban luka-luka. Tim gabungan dari BPBD, camat, dan perangkat daerah terkait telah terjun untuk melakukan penanganan darurat di lapangan.
Wali Kota menekankan bahwa pihaknya terus melakukan perbaikan pada sistem drainase kota guna mengurangi potensi genangan di masa depan. Namun, ia mengakui bahwa solusi permanen memerlukan intervensi dari instansi vertikal.
Koordinasi Lintas Wilayah
Eva Dwiana menyoroti pentingnya keterlibatan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam membenahi infrastruktur sungai dan pengendalian banjir secara menyeluruh. Selain itu, diperlukan koordinasi lintas kabupaten karena aliran air di Bandar Lampung juga dipengaruhi oleh kiriman dari wilayah tetangga seperti Pesawaran dan Lampung Selatan.
“Permasalahan banjir ini memerlukan kerja bersama. Kalau semua pihak turun, terutama pihak Balai, insyaallah penanganan dampak air kiriman ini bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (ANT)








