Sebanyak 33 desa menjadi sasaran utama program pelatihan vokasi yang berfokus pada penguasaan teknik las dan listrik dasar
Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mempertajam pemberdayaan ekonomi desa pada 2026. Sebanyak 33 desa menjadi sasaran utama program pelatihan vokasi yang berfokus pada penguasaan teknik las dan listrik dasar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menegaskan pihaknya memprioritaskan masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 sebagai peserta. Langkah ini bertujuan agar intervensi pemerintah benar-benar menyentuh kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi terbawah.
“Tahun ini kami menyasar 33 desa untuk pelatihan las dan listrik dasar dengan total peserta sekitar 500 orang. Kami merujuk data Dinas PMD agar penerima manfaat tepat sasaran,” ujar Agus, Minggu, 19 April 2026.
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Agus menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung secara maraton selama 12 hingga 15 hari. Tak sekadar praktik, para peserta wajib mengikuti uji kompetensi untuk memastikan standar keahlian mereka memenuhi kriteria dunia kerja atau usaha mandiri.
Program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun sebelumnya yang telah menjangkau 928 peserta di 58 desa. Namun, Agus menekankan bahwa fokus tahun ini adalah menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi warga pedesaan.
“Kami ingin ada hasil nyata (outcome) setelah pelatihan. Para alumni nantinya akan kami integrasikan dengan program pengembangan pupuk hayati dan organik cair berbasis teknologi bed dryer,” imbuhnya.
Melalui integrasi teknologi tersebut, Disnaker berharap muncul efek berganda (multiplier effect) terhadap pembangunan ekonomi lokal. Agus optimistis para peserta mampu bertransformasi menjadi penggerak ekonomi yang mengoptimalkan potensi desa masing-masing.
“Mereka harus menjadi agen perubahan yang mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya,” pungkas Agus.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update