Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Refleksi Akhir Tahun dan Doa Bersama (Istighosah) di Masjid Raya Al Bakrie Lampung, Sabtu malam, 27 Desember 2025. Hadir dalam kegiatan tersebut pendakwah muda Habib Husein Ja’far Al Hadar.
Membuka tausiyahnya, Habib Ja’far menyapa masyarakat Lampung dengan salam pembuka “Tabik Pun…” lalu jemaah menyambutnya dengan jawaban “Iya Pun…”. Kemudian ia juga menceritakan memory pertama yang teringat tentang Lampung adalah Gajah di Way Kambas.
Selanjutnya ia mendapatkan informasi jikalau jumlah pondok pesantren di Lampung mencapai sekitar 3.000 lebih. Jumlah ini tidak kalah dengan jumlah pesantren Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Lampung tidak kalah santri dengan Provinsi di Jawa yang markasnya santri, ini patut kita syukuri,” ujarnya.
Kemudian Habib Ja’far menyebut dengan adanya 3.000 pesantren dan banyaknya santri bisa menjaga Provinsi Lampung dari godaan syaitan dan iblis. Menurutnya santri masuk ke dalam kategori orang yang berilmu, derajatnya jauh lebih tinggi. Apalagi ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yang pertama Nabi bangun adalah masjid dan sekolah.
“Adanya 3000an pesantren, dan ratusan ribu santri, bisa jadi penghalang masuknya hal-hal buruk yang munculnya dari iblis kepada Provinsi Lampung. Sebagaimana riwayat Nabi Muhammad SAW. Bahwa iblis tak bisa menerobos selama satu tempat apabila ada yang menuntut ilmu, ada santri, ada siswa, mahasiswa, iblis tidak bisa nembus. Insya Allah keberkahan ada 3000 pesantren, Iblis nya masih nongkrong di Bakauheni,” candanya.








