Bandar Lampung (Lampost.co): Memasuki bulan suci Ramadan, harga telur ayam di Provinsi Lampung tetap stabil seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung, Jenny Soelistiani, menyampaikan kondisi tersebut pada Senin, 23 Februari 2026. Ia menegaskan harga telur di Lampung tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Harga telur di Lampung stabil seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan biasanya pertengahan puasa justru turun,” ujar Jenny.
Jenny memastikan ketersediaan telur di Lampung sangat mencukupi, bahkan mencatat kondisi surplus. Ia menjamin stok telur aman hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
“Lampung sudah surplus telur, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Ia menjelaskan peternak menjual telur di kandang dengan harga Rp26.500 per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) dari Badan Pangan Nasional. Peternak mempertahankan harga tersebut tanpa perubahan.
“Harga di farm sesuai HAP Badan Pangan Nasional Rp26.500 per kilo. Saat pedagang menerima di lokasi, harga rata-rata menjadi Rp27.000 sampai Rp27.500 karena ada biaya kemasan dan ongkos kirim ke seluruh wilayah Lampung,” jelasnya.
Para pedagang eceran kemudian menjual telur di pasar tradisional dengan harga berkisar Rp28.000 hingga Rp29.000 per kilogram. Pengecer menghitung risiko telur pecah, biaya plastik pembungkus, dan biaya operasional lain dalam penentuan harga jual.
Untuk menjaga kestabilan harga, PPN Lampung turut mendukung program pasar murah yang berbagai instansi pemerintah gelar selama bulan Ramadan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya.








