Bandar Lampung (Lampost.co): Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari merendam permukiman warga di Perumahan Tanjung Raya Permai, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung pada Rabu, 15 April 2026. Air meluap dan memasuki pelataran rumah warga setelah hujan terus turun selama lebih dari lima jam tanpa jeda.
Pantauan di lokasi menunjukkan ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter. Air meluap dari saluran drainase utama dan menggenangi blok-blok perumahan yang berada di sekitarnya karena parit tidak mampu menampung debit air.
Genangan air mengganggu aktivitas warga. Warga menahan kendaraan roda dua dan roda empat di dalam garasi karena khawatir air merusak mesin saat menerobos banjir.
Salah satu warga, Aris (42), mengatakan air mulai memasuki kawasan perumahan sekitar pukul 18.00 WIB.
“Hujannya awet sekali dari siang. Biasanya cuma sejam langsung surut, tapi kali ini hujan tidak berhenti dan kiriman air dari wilayah lain membuat air cepat naik sampai ke ruang tamu,” katanya.
Warga menilai kondisi drainase yang buruk serta ketiadaan tampungan air hujan mempercepat luapan air di kawasan tersebut.
Warga lainnya, Fauzan (24), menyebut banjir kali ini menjadi kejadian kedua sepanjang tahun ini.
“Ini sudah banjir kedua tahun ini, dan hampir setiap tahun selalu terjadi. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar banjir tidak terus berulang,” ujarnya.
Hingga saat ini, warga terus memindahkan barang elektronik dan perabotan ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan. Warga juga mendesak pemerintah segera menangani persoalan banjir tersebut agar tidak kembali terjadi. (Fauzan/Magang)









