Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengingatkan ancaman jerat liar bagi satwa dilindungi lewat kisah Kyai Batua dan Sinta, pasangan harimau sumatera berkaki tiga di Lembah Hijau.
BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai keberhasilan lahirnya dua ekor anak harimau sumatera di Taman Satwa Lembah Hijau merupakan buah kolaborasi solid antara Pemprov Lampung, Kementerian Kehutanan, serta manajemen Taman Satwa Lembah Hijau. Di sisi lain, Mirza juga menyoroti kisah memilukan kedua induk harimau tersebut yang merupakan korban jerat liar di habitat aslinya.
Gubernur Lampung mengajak masyarakat menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini untuk memutus rantai ancaman terhadap alam.
Baca juga : Lampung Miliki Dua Anak Harimau Sumatera, Puspa dan Muli Sikop
Kyai Batua, sang induk jantan, berhasil diselamatkan pada 2019 setelah terkena jerat di Lampung Barat. Akibat luka parah yang dialaminya, tim dokter terpaksa mengamputasi kaki kanan depannya demi menyelamatkan nyawa satwa langka tersebut.
Sementara itu, induk betina bernama Sinta mengalami nasib serupa setelah terkena jerat di Bengkulu pada akhir 2024. Luka berat yang dideritanya membuat kaki kanan belakang Sinta harus diamputasi sebelum akhirnya dievakuasi dan dirawat di Lembah Hijau.
“Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Karena itu, menjaga hutan dan satwa liar harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya di Taman Satwa Lembah Hijau, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Mirza, lahirnya dua anak harimau dari pasangan induk yang sama-sama bertahan hidup dengan tiga kaki ini menjadi simbol keberhasilan konservasi yang luar biasa. Peristiwa ini juga mencerminkan ketulusan para perawat satwa dalam menjaga keberlangsungan satwa langka.
“Ini bukan hanya tentang kelahiran satwa, tetapi juga tentang harapan dan semangat untuk terus menjaga kekayaan alam Indonesia,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda tumbuh dengan rasa cinta yang mendalam terhadap alam dan satwa liar Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update