Bandar Lampung (Lampost.co) — Maraknya pemberitaan mengenai temuan cengkih asal Lampung yang katanya terpapar zat radioaktif memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada bahan aromatik tersebut untuk produksi makanan dan minuman.
Salah satu pelaku UMKM pembuat kue tradisional di Bandar Lampung, Siti Rahmawati, mengaku resah dengan kabar tersebut. Hal ini karena dapat berdampak pada kepercayaan konsumen terhadap produk berbahan cengkih.
Baca Juga:
Pemprov Lampung Tunggu Arahan Pusat Terkait Cemaran Radioaktif pada Cengkih
“Kami biasa menggunakan cengkih untuk aroma dan cita rasa kue rempah. Begitu ada kabar soal radioaktif itu, banyak pelanggan bertanya-tanya apakah aman di konsumsi. Kalau masyarakat takut, otomatis penjualan kami bisa turun,” ujarnya, Rabu, 22 Oktober 2025.
Pastikan Keamanan
Hal senada disampaikan oleh Rudiansyah, pemilik usaha rumahan pengolahan kue kering di Kabupaten Pringsewu.
Ia berharap pemerintah segera memastikan keamanan bahan baku dari Lampung agar tidak menimbulkan keresahan yang berkelanjutan.
“Kami harap ada kepastian dari pemerintah dan instansi terkait. Kalau memang sudah ada pengujian dan hasilnya aman, segera disosialisasikan ke publik supaya tidak muncul isu liar. UMKM seperti kami sangat tergantung pada kepercayaan konsumen,” katanya.
Sementara itu, masyarakat juga menaruh harapan besar agar pemerintah memperkuat pengawasan dan koordinasi antarinstansi. Termasuk memastikan proses budidaya dan distribusi cengkih di Lampung berjalan sesuai standar keamanan pangan.
Selain menjaga kepercayaan pasar ekspor, langkah tersebut juga penting untuk melindungi pelaku usaha dalam negeri yang menggunakan cengkih sebagai bahan utama produksi.
Pemerintah juga agar dapat melakukan pembinaan kepada petani dan pelaku industri pengolahan cengkih. Hal ini agar hasil panen tetap berkualitas, aman di konsumsi, dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.








