Bandar Lampung (Lampost.co): Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Bandar Lampung meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menunda jadwal keberangkatan jemaah ke Tanah Suci hingga situasi di Timur Tengah kembali aman.
Kepala Kantor Kemenhaj Bandar Lampung, Musal Badri Kesuma, menyampaikan imbauan tersebut di ruang kerjanya, Selasa, 3 Maret 2026. Ia menegaskan PPIU perlu memprioritaskan keselamatan jemaah di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kami mengimbau PPIU menunda terlebih dahulu keberangkatan ibadah umrah sampai kondisi benar-benar kondusif. Imbauan ini juga sejalan dengan arahan Wakil Menteri Haji,” ujar Musal.
Musal menjelaskan, situasi keamanan yang belum stabil menuntut PPIU untuk menyesuaikan rencana perjalanan. Ia meminta penyelenggara yang telah menjadwalkan keberangkatan dalam waktu dekat agar meninjau ulang agenda tersebut.
“PPIU harus mempertimbangkan ulang jadwal keberangkatan. Jika situasi memburuk, kami minta mereka menunda perjalanan demi keamanan dan keselamatan jemaah,” katanya.
Ia juga meminta jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi atau dalam perjalanan pulang agar terus menjalin komunikasi dengan petugas Indonesia di sana. Musal mengingatkan keluarga jemaah di Bandar Lampung untuk tetap tenang dan memperbanyak doa bagi keselamatan kerabat mereka.
“Kami harap keluarga di Bandar Lampung tetap tenang dan mendoakan keamanan jemaah yang sedang menjalankan umrah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan pihaknya menunggu perkembangan informasi resmi dari Kemenhaj terkait kondisi di Timur Tengah. Ia menegaskan pemerintah kota telah menyiapkan seluruh aspek administratif untuk keberangkatan umrah, namun tetap mengutamakan faktor keamanan.
“Secara administrasi dan kesiapan sudah lengkap, tetapi kami masih menunggu informasi lanjutan. Kami tidak ingin terburu-buru karena keselamatan jemaah menjadi prioritas utama,” kata Eva.








