Bamdar Lampung (Lampost.co): Kehadiran Smart BRT ITERA mendorong langkah maju dalam pengembangan transportasi massal berbasis teknologi di Provinsi Lampung.
Kementerian Perhubungan memasukkan program ini sebagai bagian dari inisiatif untuk mendorong sistem angkutan umum yang modern, ramah lingkungan, dan terintegrasi.
Kepala UPTD BPTD Provinsi Lampung, Jonter Sitohang, mengapresiasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) karena ITERA memelopori pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) secara mandiri di lingkungan kampus Indonesia.
Jonter menilai inovasi tersebut menambah nilai sekaligus mencontohkan penerapan transportasi cerdas di lingkungan pendidikan secara konkret.
“ITERA menjadi kampus pertama di Indonesia yang mengembangkan BRT sendiri dengan dukungan teknologi informasi. Ini langkah luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Jonter.
Jonter menjelaskan, Kementerian Perhubungan memberikan bantuan hibah bus kepada ITERA sejak 2016. Ia berharap bantuan itu membangun fondasi sistem transportasi kampus yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Jonter meyakini kehadiran Smart BRT juga meningkatkan mobilitas sivitas akademika sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Selain itu, pengembang melengkapi Smart BRT ITERA dengan fitur aplikasi berbasis teknologi. Fitur tersebut memudahkan pengguna mengakses layanan transportasi. Pengembang berharap fitur itu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jonter menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan menentukan keberhasilan pengembangan transportasi publik.
Jonter juga menguraikan tiga indikator utama untuk mewujudkan angkutan umum yang andal, yakni ketersediaan layanan setiap saat, jangkauan rute yang luas, serta tarif yang terjangkau.
“Untuk tarif, Smart BRT ITERA sudah memenuhi kriteria dengan harga Rp5.000. Ini sangat terjangkau. Tinggal ke depan bagaimana kami meningkatkan frekuensi layanan dan memperluas rute,” jelasnya.
Saat ini, Smart BRT ITERA baru melayani rute dari kawasan Kota Baru hingga Mal Boemi Kedaton. Namun ke depan, pengelola berharap layanan ini menjangkau lebih banyak wilayah di Bandar Lampung dan sekitarnya.
Jonter pun berharap Smart BRT ITERA menjadi cikal bakal pengembangan sistem BRT yang lebih luas di Provinsi Lampung, mencakup kota dan kabupaten lainnya.
“Kami dari Kementerian Perhubungan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak ITERA. Semoga ini menjadi awal dari pengembangan BRT yang lebih besar di Lampung,” tutup Jonter.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update