Bandar Lampung (Lampost.co) – Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat inilah yang menjadi kunci dari kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Hal tersebut tersampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat mendampingi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jend. Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau secara langsung arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026M di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia mengapresiasi perhatian dan langkah strategis Kapolri dan kemenhub serta instansi terkait. Apalagi dalam memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif wilayah Lampung. Khususnya pintu gerbang utama Pulau Sumatera tersebut.
Apresiasi juga tersampaikan kepada seluruh masyarakat Lampung yang telah berperan aktif menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas. Serta mendukung kebijakan pengamanan selama arus mudik dan balik.
“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat inilah yang menjadi kunci. Dari kelancaran mudik dan balik, kita belajar membangun disiplin kolektif, rasa aman, dan saling percaya. Ini sebagai pondasi peradaban yang baik menuju Indonesia Emas,” kata Gubernur.
Peran Vital
Pelabuhan Bakauheni memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan arus transportasi. Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pihak terkait terus bersinergi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolri bersama Menhub beserta Gubernur dan seluruh jajaran Forkopimda juga mengecek sejumlah fasilitas pendukung. Seperti pos pelayanan terpadu, area antrian kendaraan, serta sistem pengaturan lalu lintas kawasan pelabuhan. Selain itu, melakukan dialog dengan para pemudik dan petugas lapangan. Ini guna memastikan kesiapan operasional dan respons cepat terhadap potensi gangguan.
Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, serta seluruh stakeholder terkait. Dengan sistem yang semakin baik dan kesiapan yang matang, arus mobilitas masyarakat dari dan menuju Lampung dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
Sementara itu, berdasarkan data Ditlantas Polda Lampung per tanggal 13 Maret-25 Maret 2026 angka laka lantas di wilayah Lampung mengalami penurunan sebesar 16 persen dibandingkan tahun 2025.








