Bandar Lampung (lampost.co)–Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menunjukkan keseriusan dalam upaya memboyong gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 ke Lampung. Berkolaborasi dengan Provinsi Banten, Lampung kini memasuki tahapan krusial dalam proses pendaftaran tuan rumah bersama.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menyatakan bahwa tim akan menemui KONI Pusat di Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026. Agenda utama dalam pertemuan ini meliputi:
-
Surat Dukungan Resmi: Penyerahan dokumen komitmen dari Gubernur dan DPRD Provinsi Lampung.
-
Uang Jaminan: Penyerahan dana jaminan sebesar Rp7 miliar, dengan pembagian proporsional Rp3,5 miliar dari masing-masing provinsi.
-
Sinergi Instansi: Keberangkatan tim serta perwakilan Dispora dan Bappeda guna menjamin kesiapan perencanaan infrastruktur.
“KONI Pusat akan menerima kami bersama rekan tandem, KONI Banten. Ketua umum memimpin rombongan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi sebelum tenggat waktu 1 April 2026,” ujar Riagus, Selasa, 10 Maret 2026.
Meski muncul kabar bahwa Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah berniat mencalonkan diri, pihak KONI Lampung optimis duet Lampung-Banten memiliki keunggulan kompetitif. Percepatan waktu pendaftaran oleh KONI Pusat menguntungkan bagi daerah yang sudah memiliki kesiapan dokumen matang sejak awal.
Tahapan Verifikasi dan Sinkronisasi
Setelah penerimaan berkas, tahapan berikutnya meliputi:
-
Verifikasi Lapangan (Juni 2026): Tim KONI Pusat akan meninjau kelayakan venue untuk 26 cabang olahraga usulan Lampung.
-
Branding Bersama: Sinkronisasi dengan Banten terkait logo, tagline, hingga maskot PON 2032.
-
Rakornas Khusus (Agustus 2026): Presentasi final kesiapan di hadapan seluruh jajaran KONI se-Indonesia untuk menentukan keputusan akhir.








