Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan kontribusi pekerja pabrik asal Provinsi Lampung mendominasi pemudik pada Lebaran 2026. Para pekerja tersebut tersebar bekerja pada wilayah Jakarta–Bogor–Depok–Tangerang–Bekasi (Jabodetabek).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo. Ia mengatakan, pihaknya melakukan survei kepada pemudik pejalan kaki. Para pemudik tersebut menceritakan, alasan mudik menggunakan transportasi umum karena Angkutan Lebaran 2026 sudah bagus, baik bus maupun kapal laut.
“Kalau kita lihat dari prediksi 143 juta pemudik, ternyata penyumbang tenaga kerja terbanyak yakni pekerja pabrik wilayah Jabodetabek,” katanya, Senin, 23 Maret 2026.
Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan evaluasi agar ke depan bisa lebih siap menyambut masyarakat arus mudik dan arus balik menyesuaikan kebijakan libur pekerja pabrik.
“Saya tanya kepada pemudik, kenapa mudik pada 18 Maret 2026, bukan ketika kebijakan work from anywhere (WFA). Alasan mereka karena mengikuti kebijakan libur di pabrik,” katanya.
Namun ia bersyukur arus mudik kemarin berjalan lancar dan pihaknya bersiap menyambut arus balik. “Kemarin dari Jakarta menuju Lampung meningkat, baik penumpang dan kendaraan. Untuk arus balik kemungkinan sama,” ujarnya.
Dua Kali
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan arus balik akan terjadi pada periode 23-30 Maret 2026. Kemudian untuk prediksi puncak arus balik akan terjadi pada dua kali. Ini karena melihat adanya kebijakan work from everywhere (WFA) pada Rabu-Jumat, 25-27 Maret 2026.
Sementara untuk prediksi puncak arus balik Lebaran 2026 moda penyeberangan dan lalu lintas jalan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Selanjutnya puncak gelombang kedua arus balik terjadi pada Sabtu-Minggu, 28-29 Maret 2026.
“Kalau puncak arus balik, kemarin sudah kita prediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Tapi ini kemungkinan terjadi dua gelombang, ada juga pada 28-29 Maret 2026. Nanti kita lihat,” katanya.








