• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 15/03/2026 03:12
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

AtikaSilvia AgustinabyAtikaandSilvia Agustina
25/01/26 - 21:36
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Akademisi Universitas Lampung (Unila) Saring Suhendro menilai Lampung memiliki modal alam yang relatif kuat untuk masuk dalam skema perdagangan karbon.

Poin penting :
1. Lampung masuk jadi daerah yang cocok untuk Perdagangan karbon.
2. Pengelolaan harus serius dan masif guna memberikan jaminan kualitas baik di taman nasional.
3. Perdagangan karbon bisa jadi solusi baik baik taman nasional way kambas kedepan.

Keberadaan kawasan hutan, wilayah pesisir, serta ekosistem mangrove mampu menjadi aset penting yang relevan dengan agenda ekonomi hijau dan penurunan emisi.

Saring menyebut potensi tersebut membuka peluang bagi Lampung untuk terlibat dalam mekanisme pasar karbon.

Namun, peluang itu tidak bersifat otomatis dan membutuhkan pengelolaan yang serius serta terencana.

“Kalau terkait realistis atau tidak, jawabannya potensinya ada, tetapi tidak otomatis. Peluang pini hanya akan bermakna jika terkelola secara serius, bukan sekadar ikut tren,” ujarnya.

Baca juga : Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial Lampung Dinilai Potensial

Ia menjelaskan, perdagangan karbon bekerja melalui mekanisme pasar yang memberikan insentif atas kinerja penurunan emisi.

Insentif tersebut dapat berasal dari pembatasan emisi sektor industri maupun proyek berbasis lahan.

Proyek berbasis lahan meliputi kegiatan konservasi dan restorasi ekosistem.

Skema ini menempatkan penurunan emisi sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan sepanjang memenuhi persyaratan tertentu.

Dalam konteks Lampung, ruang pengembangan perdagangan karbon terasa cukup terbuka.

Potensi tersebut antara lain terdapat pada rehabilitasi mangrove, pengelolaan hutan, serta penerapan praktik pengelolaan lahan berkelanjutan.

“Pendekatan pasar ini relatif lebih lentur dibandingkan pendekatan komando, karena memberi ruang inovasi bagi para pelaku,” jelas Saring.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya prasyarat akademis yang tidak boleh diabaikan.

Dalam praktik internasional, unit karbon yang diperdagangkan bukan berasal dari hutan yang sudah ada, melainkan dari kinerja tambahan yang dapat terbukti secara ilmiah.

Karena itu, setiap skema perdagangan karbon harus awali dengan penetapan baseline yang jelas.

Selain itu, skema tersebut perlu guna melengkapi sistem monitoring, reporting, and verification (MRV) yang kredibel.

“Tanpa MRV yang kuat, unit karbon tidak sahih secara akademis dan berisiko hanya menjadi praktik greenwashing,” tegasnya.

Selain aspek teknis, legitimasi sosial juga menjadi faktor penting. Saring menilai masyarakat lokal selama ini memiliki peran besar dalam menjaga hutan dan kawasan pesisir Lampung.

Jika perdagangan karbon tidak memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat, potensi resistensi sosial dinilai tidak dapat dihindari.

Oleh karena itu, keterlibatan dan pengakuan terhadap peran masyarakat menjadi hal mendasar.

“Skema ini tidak boleh berlaku seolah menjadi satu-satunya jawaban. Ia baru masuk akal jika tata kelolanya jelas, hak masyarakat, dan selaras dengan arah pembangunan daerah,” jelasnya.

ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Warga Lampung Tengah Antusias Ikuti Sosialisasi Kerja SGC, Penghasilan Hingga Rp3,6 Juta

SGC Tawarkan Peluang Kerja Tebang Ikat Harian, Warga Bandar Mataram Langsung Antusias

bySri Agustina
14/03/2026

Gunungsugih (Lampost.co)--Sugar Group Companies (SGC) membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program tebang ikat harian. Sosialisasi program tersebut mendapat sambutan...

SPM Pelabuhan Bakauheni

BPTD Lampung Uji Kelayakan Pelabuhan Bakauheni Jelang Mudik Lebaran 2026

byDenny ZY
14/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung merilis hasil pemeriksaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di...

Pengawalan Pemudik Bakauheni

Polda Lampung Siapkan Pengawalan Estafet Pemudik Motor dari Bakauheni

byDenny ZY
14/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyiagakan personel khusus untuk memberikan pengawalan bagi para pemudik roda dua yang...

Berita Terbaru

Warga Lampung Tengah Antusias Ikuti Sosialisasi Kerja SGC, Penghasilan Hingga Rp3,6 Juta
Ekonomi dan Bisnis

SGC Tawarkan Peluang Kerja Tebang Ikat Harian, Warga Bandar Mataram Langsung Antusias

bySri Agustina
14/03/2026

Gunungsugih (Lampost.co)--Sugar Group Companies (SGC) membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program tebang ikat harian. Sosialisasi program tersebut mendapat sambutan...

Read moreDetails
SPM Pelabuhan Bakauheni

BPTD Lampung Uji Kelayakan Pelabuhan Bakauheni Jelang Mudik Lebaran 2026

14/03/2026
Pengawalan Pemudik Bakauheni

Polda Lampung Siapkan Pengawalan Estafet Pemudik Motor dari Bakauheni

14/03/2026
Posko Mudik Lampung 2026

BPJN Lampung Siagakan 12 Posko Lebaran 2026 di Sepanjang Jalan Nasional

14/03/2026
Penyerang Villarreal, Nicolas Pepe (19)

Gol Dramatis Nicolas Pepe Selamatkan Villarreal

14/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.