Orang Tua Resah, Program MBG Dinilai Rawan Keracunan

Sejumlah orang tua mengaku cemas setelah munculnya beberapa kasus dugaan keracunan makanan yang dialami siswa.

Editor Ricky Marly, Penulis Atika
Jumat, 01 Mei 2026 23.10 WIB
Orang Tua Resah, Program MBG Dinilai Rawan Keracunan
Program MBG. (dok.)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Kekhawatiran mulai dirasakan para orang tua terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Alih-alih memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak. Program tersebut justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika tidak kita awasi secara ketat.

Sejumlah orang tua mengaku cemas setelah munculnya beberapa kasus dugaan keracunan makanan yang dialami siswa.

Mereka menilai kualitas makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Program ini sebenarnya sangat baik, tapi kami khawatir kalau pengawasannya lemah. Jangan sampai anak-anak jadi korban karena makanan yang tidak layak,” ujar salah satu wali murid.

Baca Juga:

Pengawasan Lemah, DPRD Lampung Soroti Kasus Dugaan Keracunan Makanan

Prioritas Utama

Para orang tua menegaskan, mereka tidak menuntut makanan mewah atau mahal. Namun, aspek keamanan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi harus menjadi prioritas utama dalam setiap menunya.

Menurut mereka, standar higienitas dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan harus benar-benar terjaga. Mulai dari bahan baku, cara memasak, hingga penyajian di sekolah harus memenuhi ketentuan yang jelas dan terukur.

“Kami tidak masalah sederhana, yang penting sehat, bersih, dan aman di makan anak-anak,” ungkap orang tua lainnya.

Keresahan ini juga menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap dapur penyedia makanan dalam program tersebut. Orang tua berharap ada evaluasi menyeluruh serta tindakan tegas bagi penyelenggara yang terbukti lalai atau tidak memenuhi standar.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan program juga penting agar masyarakat dapat mengetahui kualitas makanan.

Para orang tua berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pemerataan program, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

“Jangan sampai niat baik justru berdampak buruk. Keselamatan anak-anak harus jadi prioritas utama,” tegas mereka.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI