Pendapatan daerah tersebut harus berguna untuk pembangunan.
Bandar Lampung (Lampost.co) — DPRD Provinsi Lampung mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk lebih kreatif dan inovatif meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pendapatan daerah tersebut harus berguna untuk pembangunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budi Hadi Yunanto. Ia mendorong pemerintah daerah agar lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan PAD. Langkah tersebut penting agar tersedia ruang fiskal yang lebih besar untuk pembangunan infrastruktur.
“Pemerintah daerah harus mampu mencari terobosan. Baik melalui peningkatan PAD, kerja sama dengan investor, maupun skema pembiayaan lainnya. Sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan optimal,” kata politisi PKB ini, Jumat, 24 April 2026.
Kemudian ia juga menyoroti fenomena perbaikan jalan secara swadaya oleh masyarakat Lampung Tengah. Ia menilai, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Inisiatif warga memperbaiki jalan secara mandiri menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat. Sekaligus menjadi sinyal bahwa kebutuhan infrastruktur jalan sangat mendesak.
“Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Khususnya bagi pemerintah daerah Lampung Tengah, untuk menyikapinya secara serius,” ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Lampung Tengah ini.
Baca Juga:
Kawal Kebijakan Pembangunan Pemerintah Pusat dan Daerah di Lampung
Selanjutnya ia menjelaskan, masyarakat melakukan swadaya karena memiliki harapan besar terhadap infrastruktur jalan yang layak. Apalagi, kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, perdagangan, hingga kesehatan.
“Salah satu contoh terjadi pada Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung. Warga setempat melakukan perbaikan jalan kabupaten secara mandiri tanpa dukungan anggaran pemerintah,” kata Anggota Komisi IV DPRD Lampung ini.
Perbaikan melalui pengumpulan donasi masyarakat mencapai Rp96.017.000. Anggaran itu untuk pengerjaan awal berupa penghamparan batu pada ruas jalan penghubung Muji Rahayu–Candirejo.
Kemudian Budi menegaskan, ruas jalan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses penghubung antarkecamatan hingga ke wilayah Lampung Utara. “Ini harus menjadi atensi khusus pemerintah dalam rangka mempercepat perbaikan jalan yang rusak,” tegasnya.
Selanjutnya ia juga menyoroti keterbatasan anggaran infrastruktur di Lampung Tengah yang masih minim, yakni sekitar Rp200 hingga Rp300 miliar. Dengan luas wilayah yang cukup besar, anggaran tersebut belum mampu menjawab seluruh kebutuhan pembangunan jalan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update