Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung fokus perbaiki 301 jembatan rusak. Untuk tahun ini, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung mencatat perbaikan itu dari total jembatan yang ada sebanyak 834 titik.
Hal itu tersampaikan oleh Kepala Bidang Jembatan dari Dinas BMBK Provinsi Lampung, Asep Wirakarsa. Ia mengatakan dari jumlah tersebut pihaknya sudah mengidentifikasi dan menganalisa ada sekitar 9 km panjang jembatan. Jembatan itu yang tersebar pada 15 kabupaten/kota dengan nilai kerusakan.
Kemudian Asep mengatakan untuk jenis kondisi jembatan sendiri ada lima level yakni NK1 (kondisi rusak ringan). NK2 (kondisi rusak sedang), NK3 (kondisi rusak berat), NK4 (kondisi kritis) dan NK5 (kondisi runtuh).
“Tahun 2025 fokus kami lakukan perawatan pada kondisi jembatan yang rusak berat (NK3) hingga kondisi runtuh (NK5). Hal ini untuk memastikan jembatan dalam kondisi aman untuk terlewati masyarakat,” ujar Asep, Kamis, 9 Juli 2025.
Lalu ia merincikan, kondisi jembatan Lampung saat ini terbagi pada 5 NK. Yakni NK 0 sebanyak 184 jembatan, NK 1 sebanyak 91 jembatan, NK 2 sebanyak 175 jembatan. NK 3 sebanyak 301 jembatan, NK 4 sebanyak 74 jembatan dan NK 5 sebanyak 2 jembatan.
Kemudian untuk perbaikan yang pihaknya lakukan yakni untuk NK3 atau rusak berat ada 301 jembatan. NK 4 atau kondisi kritis ada 74 jembatan dan NK 5 kondisi runtuh ada 2 jembatan.
Untuk NK 3 ada 301 jembatan meliputi Bandar Lampung 1, Pringsewu 10, Pesawaran 48, Lampung Selatan 23, Lampung Timur 8, Metro 3. Lampung Tengah 44, Lampung Utara 47, Way Kanan 54, Lampung Barat 6, Tanggamus 19, Tulang Bawang 6, Tulangbawang Barat 23 dan Mesuji 9.
Kemudian NK 4, Pringsewu 5, Pesawaran 19, Lampung Selatan 5, Lampung Tengah 8. Lampung Utara 7, Way Kanan 18, Tanggamus 3, Tulangbawang Barat 6 dan Mesuji 3. Selanjutnya NK 5 untuk Lampung Tengah 1 dan Way Kanan 1 jembatan.
“Ada ada 1 jembatan sudah kita laksanakan pengerjaannya pada daerah Lampung Tengah, Tanjung Kemala. Ini sudah terbenahi dan sudah terpakai atau terlintasi,” ujarnya.
“Untuk total jembatan yang kita perbaiki ini ada 21 jembatan terdiri dari 4 jembatan pembangunan dengan nilai total Rp24,7 miliar. Penggantian jembatan ada 10 dengan total Rp20,3 miliar,” tambahnya.
Rehabilitasi
Kemudian rehabilitasi sekitar 7 jembatan dengan nilai total Rp4,8 miliar. Sehingga untuk total keseluruhan jembatan yang pihaknya perbaiki untuk Provinsi Lampung pada saat ini berjumlah 21 titik.
“Kedepan kita sudah mulai membuat rencana kerja untuk lima tahun kedepan. Dari total rehabilitasi jembatan itu 301 jembatan kita bagi, jadi 5 tahun berturut-turut, tidak semua langsung kita perbaiki,” katanya.
Kemudian, untuk kondisi jembatan NK 4 juga. Dengan nilai Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang cukup tinggi dan butuh pelebaran serta kawasan padat penduduk ada 4 jembatan yang menjadi perhatian.
“Tapi tidak semua langsung kita perbaiki dalam satu tahun karena melihat anggaran. Terlebih infrastruktur bukan hanya jembatan saja tapi juga jalan yang utama walaupun jembatan ini jadi penghubung jalan,” katanya.
Lalu pihaknya menegaskan, sedang mencoba perbaiki dan duplikasi ada pada wilayah Metro dan Lampung Timur yang cukup panjang sekitar 80 meter.
“Kami pakai rangka baja ada di Way Sekampung-Kibang. Saat ini sedang proses dan sudah mencapai 30 persen. Insya allah akhir tahun sudah selesai dengan baik dan bisa tergunakan,” jelasnya.
Kemudian usia jembatan sendiri, ia mengatakan rata-rata sudah diatas 40 tahun dan sudah teridentifikasi. Terdata 377 jembatan yang akan ada perbaikan untuk 5 tahun kedepan.
“Per tahun kita butuh sekitar Rp123 miliar. Jadi total keseluruhan bisa sampai Rp500 miliar untuk pembangunan serta pemeliharaan jembatan saja,” katanya.
Menurutnya, kondisi jembatan biasanya mampu menahan beban muatan sampai 120 ton, namun tergantung dengan umur jembatan.