Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif dan berkelanjutan. Memasuki Februari 2026, fokus utama mengarah pada perluasan program penggunaan pupuk organik cair (POC) dengan target mampu menjangkau 1.000 titik baru di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Poin penting:
- Perluasan 1.000 titik POC untuk capai target 3,3 juta ton padi.
- Tingkatkan produktivitas dan perbaiki kesehatan tanah.
- Efisiensi biaya dan pertanian ramah lingkungan.
Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian terbaru Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Lampung, penggunaan POC terbukti mampu meningkatkan mutu hasil pertanian secara signifikan sekaligus menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang. Langkah ini menjadi strategi kunci untuk mencapai target produksi padi Lampung sebesar 3,3 juta ton pada tahun 2026.
Peningkatan Kualitas Lahan dan Nutrisi Tanaman
POC tidak sekadar berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, tetapi juga berperan penting dalam memperbaiki kualitas lahan yang selama ini mengalami degradasi akibat penggunaan pupuk kimia berlebih. Dengan kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap, POC mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sejak masa awal tanam hingga panen.
Baca juga: DPRD Provinsi Lampung Mendukung Program POC Gubernur Rahmat Mirzani Djausal
Keberadaan mikroorganisme pengurai, penambat nitrogen, dan pelarut fosfat di dalam POC membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi yang mudah terserap akar tanaman. Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Ummi Hani, menyatakan pemanfaatan inovasi ini dapat mendongkrak hasil panen hingga 15-20 persen.
Solusi Pangan Sehat dan Ramah Lingkungan
Dari sisi kualitas panen, penggunaan POC mampu menghasilkan produk pangan yang lebih sehat karena minim residu bahan kimia sintetis. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat pada tahun 2026 terhadap konsumsi pangan yang aman dan ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, POC juga berkontribusi memperbaiki struktur tanah. Penggunaannya secara rutin membuat kondisi tanah lebih gembur, meningkatkan sirkulasi udara (aerasi), serta memperkuat daya ikat air. Kondisi tersebut sangat penting untuk menjaga kesuburan lahan dalam jangka panjang, terutama menghadapi tantangan perubahan iklim global yang kian dinamis.
Efisiensi Biaya dan Kemandirian Petani
Dalam aspek efisiensi produksi, program POC 2026 ini dirancang untuk menekan ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik. Dengan penggunaan yang tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas lahan tanpa harus terus-menerus bergantung pada pasokan pupuk kimia yang harganya fluktuatif.
Baca juga: Pemprov Lampung Genjot Unit Produksi POC di 1.000 Titik pada 2026
Pemprov Lampung juga mendorong kelompok tani (poktan) untuk memproduksi POC secara mandiri di tingkat desa. Pendekatan ini jauh lebih ekonomis dan berkelanjutan bagi ekonomi perdesaan. Sebagai solusi ramah lingkungan, POC juga membantu mengurangi risiko pencemaran tanah dan air akibat residu kimia, menciptakan ekosistem pertanian yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, pupuk organik cair resmi menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang mandiri di tahun 2026.








