Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus menawarkan peluang investasi di berbagai sektor strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Sulpakar, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri forum bisnis bersama Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (REI).
Dalam forum itu, Sulpakar menyampaikan apresiasi kepada DPP REI dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut dia, kehadiran investor dan pelaku usaha memberi energi positif bagi pemerintah daerah. Hal itu memperkuat pembangunan dan investasi berkelanjutan di Lampung.
“Forum ini bukan hanya pertemuan biasa, tetapi menjadi momentum mempertemukan potensi daerah dengan peluang investasi yang nyata,” kata dia.
Ia menjelaskan Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera karena menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Ia menyebut keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni, hingga pengembangan Bandara Raden Inten II turut memperkuat posisi tersebut.
Menurut dia, dukungan infrastruktur itu membuka peluang besar bagi Lampung untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Sumatera bagian selatan.
Sulpakar juga menilai pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan aktivitas investasi, pertumbuhan kawasan industri, dan perkembangan sektor pariwisata.
Meski demikian, Pemprov Lampung tidak hanya mengandalkan sektor primer dalam mendorong ekonomi daerah.
Karena itu, pemerintah daerah mulai memperkuat transformasi ekonomi melalui pengembangan kawasan industri, revitalisasi pariwisata, penguatan logistik, serta pembangunan kawasan hunian dan pusat pertumbuhan baru.
Dalam forum bisnis tersebut, Pemprov Lampung menawarkan sejumlah proyek strategis kepada investor dan DPP REI.
Salah satunya pengembangan Kota Baru Bandar Negara seluas sekitar 538 hektare dengan konsep eco city dan kawasan bebas banjir.
“Kawasan ini dipersiapkan sebagai pusat pertumbuhan baru yang modern, hijau, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain Kota Baru Bandar Negara, pemerintah daerah juga menawarkan aset dan lahan potensial milik Pemprov Lampung di kawasan strategis seperti Bakauheni, Katibung, Natar, hingga sekitar Bandara Raden Inten II.
Menurut dia, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan area komersial, hunian, hospitality, logistik, perdagangan, destinasi wisata, hingga waterfront city.
Pemprov Lampung juga mengembangkan Pasar Induk Regional di Rejosari sebagai pusat distribusi komoditas pertanian regional yang terintegrasi dengan kawasan industri dan jaringan logistik nasional.
Sulpakar menegaskan Pemprov Lampung berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penguatan layanan perizinan dan pembenahan tata kelola pemerintahan.
“Kami yakin pembangunan akan lebih cepat tercapai apabila pemerintah dan sektor swasta berjalan bersama dalam semangat kolaborasi dan saling percaya,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update