Bandar Lampung (Lampost.co): Kepolisian Daerah Lampung memetakan sejumlah ruas jalan rusak sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Jajaran kepolisian juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas. Hal itu termasuk penerapan delaying system guna menjaga kelancaran perjalanan pemudik yang melintasi wilayah Lampung.
Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf, menyampaikan kepolisian bersama instansi terkait telah memetakan sedikitnya 79 titik jalan rusak yang berpotensi menghambat arus kendaraan. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan Kabupaten Tulangbawang memiliki jumlah titik kerusakan terbanyak. Setidaknya ada 12 lokasi di jalur Lintas Timur. Sementara itu, wilayah Bandar Lampung mencatat 11 titik kerusakan di sejumlah jalan utama, seperti Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan ZA Pagar Alam.
Kapolda menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama instansi teknis terus memperbaiki kondisi jalan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
“Untuk kesiapan jalan sekarang terus on progress. Dinas PU maupun Bina Marga terus mengerjakan perbaikan secara bersama-sama,” ujar Helfi di Mapolda Lampung, Senin, 9 Maret 2026.
Dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Polda Lampung mengajak sejumlah pihak untuk menyatukan langkah pengamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini. Sejumlah pihak itu antara lain Pertamina, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta pengelola pelabuhan.
Melalui forum tersebut, kepolisian merumuskan sejumlah langkah strategis. Pertama, petugas menyiapkan layanan pengisian bahan bakar bergerak di sejumlah titik yang belum memiliki stasiun pengisian bahan bakar tetap. Langkah ini bertujuan mencegah antrean panjang kendaraan di rest area.
Kedua, kepolisian menyiapkan pengawalan kendaraan dari pelabuhan serta memperkuat sistem penunjuk arah menuju jalur Lintas Tengah, Lintas Barat, dan Lintas Timur di Pulau Sumatera.
Ketiga, petugas akan menerapkan delaying system apabila kepadatan kendaraan meningkat di Pelabuhan Bakauheni. Dalam skema tersebut, petugas akan menahan kendaraan sementara di sejumlah rest area untuk mengurai antrean menuju pelabuhan.
Alat Keselamatan
Selain itu, Polda Lampung juga meminta operator kapal memastikan ketersediaan alat keselamatan berupa pelampung dalam jumlah yang melebihi data manifes tiket. Kebijakan tersebut bertujuan mengantisipasi keberadaan penumpang tambahan yang ikut berada di dalam kendaraan saat proses penyeberangan.
Kapolda Lampung memperkirakan sekitar 150 ribu orang akan melintasi wilayah Lampung setiap hari selama periode mudik Lebaran. Peningkatan arus kendaraan diprediksi mulai terlihat pada 13 Maret dan mencapai puncaknya pada 18 Maret 2026.
“Harapannya kondisi lalu lintas tetap padat namun tidak sampai macet. Personel di lapangan, baik dari satuan lalu lintas maupun Samapta, siap mengendalikan aktivitas pasar tumpah. Selain itu menertibkan parkir liar agar jalur tetap lancar saat hari puncak,” tegas Helfi.
Selain jalur tol, kepolisian juga memfokuskan pengamanan pada sejumlah jalur arteri yang masih menjadi rute utama penghubung antarprovinsi di Pulau Sumatera. Wilayah Tanggamus mencatat 10 titik jalan rusak, sedangkan Lampung Tengah memiliki delapan titik kerusakan yang juga masuk dalam prioritas penanganan menjelang arus mudik.








