Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui PT Lampung Jasa Utama (LJU) terus mendorong efisiensi dan peningkatan pendapatan daerah melalui pola kerja sama baru dengan pihak swasta. Upaya ini dalam hal pengelolaan transportasi laut.
Kali ini, PT LJU menggandeng PT Damai Lautan Nusantara (DLN) dalam skema revenue sharing untuk pengoperasian kapal ferry roro di Dermaga Eksekutif lintas Bakauheni–Merak.
Direktur PT Lampung Jasa Utama, Oktavianus Yulia, mengatakan skema baru ini untuk memperkuat peran BUMD dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Serta sekaligus untuk mendorong efisiensi pengelolaan.
Baca Juga:
Optimalkan PAD dari Layanan Kapal Ferry Bakauheni–Merak
“Pola yang dihadirkan saat ini esensinya untuk meningkatkan PAD. Skema sebelumnya dinilai memiliki banyak jenjang dan kurang efisien. Sehingga kini kami menerapkan sistem revenue sharing yang lebih sederhana. Kami sebagai BUMD bertugas mengawal kegiatan ini. Sementara di lapangan operasional akan dilakukan oleh PT Damai Lautan Nusantara,” jelas Oktavianus Yulia.
Ia juga menyebutkan, kerja sama ini menggunakan skema Business Unit Transfer (BUT) yang memungkinkan pengelolaan bisnis lebih fokus dan transparan. Serta dengan tetap menjaga kepentingan daerah sebagai prioritas utama.
Dermaga Eksekutif
Sementara itu, Direktur PT Damai Lautan Nusantara, Charda Damanik, mengungkapkan bahwa pihaknya siap mengoperasikan kapal baru yang telah di siapkan khusus untuk Dermaga Eksekutif Bakauheni–Merak ini.
“Kapal ini kami bangun untuk kebutuhan dermaga eksekutif. Saat ini interiornya sudah selesai dan mengusung ornamen khas Lampung. Kami terus berkoordinasi dengan pihak ASDP agar operasionalnya berjalan lancar,” ujar Charda Damanik.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan kapal tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir bulan ini. Pengoperasian kapal ini setelah seluruh proses administrasi dan perjanjian kerja sama rampung.
Dengan hadirnya skema baru dan kapal berfasilitas modern ini, kerja sama antara LJU dan DLN semoga mampu menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih efisien, nyaman, dan berdaya saing tinggi. Sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai gerbang utama transportasi antara Pulau Sumatera dan Jawa.







