Bakauheni (lampost.co)–Guna memastikan kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah, Tim SAR gabungan memperketat pengawasan di sepanjang perairan Selat Sunda. Langkah preventif ini diambil untuk menjamin keamanan ribuan penumpang kapal yang bergerak dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, menegaskan bahwa fokus utama patroli ini adalah mempercepat respons penyelamatan jika terjadi keadaan darurat di tengah laut. Pengawasan dilakukan secara kolaboratif melibatkan unsur BPTD, KSOP, serta Polairud Polda Lampung.
“Kami bersinergi untuk memastikan kondisi perlintasan tetap kondusif. Patroli rutin ini bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak kembali bekerja setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman,” ujar Rezie di Lampung Selatan, akhir pekan ini.
Kegiatan pemantauan jalur laut ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi cuaca ekstrem di sejumlah titik perairan Indonesia.
Potensi gangguan cuaca meliputi curah hujan tinggi yang mengurangi jarak pandang navigasi kapal. Kemudian, angin kencang yang memengaruhi stabilitas kapal saat proses sandar dan berlayar. Selanjutnya, gelombang tinggi yang berrisiko guncangan kuat yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Koordinasi Lintas Instansi
Hingga saat ini, arus balik di Pelabuhan Bakauheni terpantau aman dan terkendali. Keberhasilan ini didukung oleh koordinasi intensif antara Basarnas dengan PT ASDP, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya.
Tim SAR berkomitmen untuk terus menyiagakan personel dan armada di titik-titik rawan hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 dinyatakan selesai sepenuhnya. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi instruksi keselamatan dari kru kapal selama berada di atas air. (ANT)








