Kalianda (lampost.co)–Pergerakan arus balik Lebaran 1447 Hijriah dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mulai menunjukkan eskalasi yang signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan titik tertinggi kepadatan atau puncak arus balik akan berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026 dan Rabu, 25 Maret 2026.
Berdasarkan statistik operasional selama 24 jam pada Minggu, 22 Maret 2026, volume penyeberangan mencatatkan pertumbuhan yang sangat kontras ketimbang periode tahun lalu:
-
Aktivitas Pelayaran: Terlaksana sebanyak 146 trip kapal.
-
Volume Penumpang: Mencapai 51.751 orang, mengalami kenaikan sebesar 30,5 persen.
-
Volume Kendaraan: Total mencapai 14.094 unit, melonjak tajam hingga 45,3 persen.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa tren kenaikan ini merupakan indikator mulainya fase arus balik. Pihaknya memastikan seluruh kesiapsiagaan layanan, baik dari aspek fasilitas maupun operasional, telah berada pada level optimal.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, merinci strategi rekayasa arus untuk menjaga kelancaran di dermaga. Pembagian akses pelabuhan berdasarkan golongan kendaraan:
-
Pelabuhan Bakauheni: Melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan I, II, III, IVA, VA, hingga VIA.
-
Pelabuhan BBJ Muara Pilu: Menjadi jalur pengalihan bagi kendaraan Golongan IVB, VB, dan VIB yang mendapatkan pengecualian pembatasan.
-
Area Penyangga (Buffer Zone): Kendaraan truk Golongan VIB (tiga sumbu), VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan menunggu di lokasi parkir dan rest area tol.
Kelancaran Operasional Lapangan
Meski terjadi peningkatan trafik, Partogi memastikan kondisi di lapangan masih berada dalam batas kapasitas layanan yang aman. Pola kedatangan pemudik yang relatif merata memungkinkan proses bongkar muat kapal berjalan efisien tanpa kendala penumpukan yang berarti.
Sinergi antara kesiapan armada dan kepatuhan pengguna jasa dalam mengikuti alur yang telah ditetapkan menjadi faktor kunci terjaganya ritme pelayanan di gerbang penyeberangan utama Selat Sunda ini. (MI)








