Hilirisasi Digenjot, Lampung Siapkan 4 Kawasan Industri

Inisiatif ini merupakan bagian visi besar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menjadikan Bumi Ruwa Jurai sebagai pusat hilirisasi komoditas pangan dan agroindustri di Indonesia.

Editor Isnovan Djamaludin, Penulis Antaranews
Sabtu, 02 Mei 2026 16.58 WIB
Hilirisasi Digenjot, Lampung Siapkan 4 Kawasan Industri
Ilustrasi Kawasan Industri. Foto: Dok Internet

Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan empat kawasan industri baru. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk menjadikan Bumi Ruwa Jurai sebagai pusat hilirisasi komoditas pangan dan agroindustri di Indonesia.

Dalam keterangannya di Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026), Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi Lampung yang saat ini masih dominan penjualan bahan mentah. “Saat ini baru 30 persen komoditas yang sudah melalui hilirisasi. Sedangkan penjualan 70 persen sisanya masih  dalam bentuk mentah. Kita butuh kawasan industri sebagai lokasi pengolahan agar ada nilai tambah,” ujar Gubernur.

Empat Titik Kawasan Industri Prioritas

Pemprov Lampung telah memetakan empat lokasi utama yang akan pihaknya kembangkan secara intensif. Pemilihan kawasan-kawasan itu berdasarkan potensi sumber daya alam dan kedekatan dengan infrastruktur vital. Keempat kawasan tersebut adalah:

  1. Kawasan Industri Rejosari: Memiliki potensi lahan seluas 4.000 hektare yang mencakup wilayah Lampung Selatan (Natar) dan Pesawaran (Negerikaton). Kawasan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis agroindustri. Sebab,  letaknya yang strategis dekat dengan Bandara Radin Inten II, Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), dan Pelabuhan Panjang.
  2. Kawasan Industri Katibung: Terletak di Lampung Selatan dengan luas 271,97 hektare. Fokus utamanya adalah industri petrokimia (migas), baja, dan oleokimia. Kawasan ini memiliki keuntungan dengan kedalaman laut yang mencapai 9-24 meter, sangat ideal untuk aktivitas pelabuhan industri.
  3. Way Kanan Industrial Estate: Dengan luas mencapai 4.500 hektare, kawasan ini akan difokuskan sepenuhnya pada industri pertanian, memaksimalkan potensi komoditas unggulan di wilayah utara Lampung.
  4. Tanggamus Industrial Estate: Menempati lahan seluas 1.200 hektare yang difokuskan pada pengembangan industri maritim.

Infrastruktur Terintegrasi dan Target Ekonomi 8 Persen

Pengembangan kawasan-kawasan ini akan memanfaatkan secara maksimal infrastruktur transportasi yang sudah ada, seperti JTTS, jalur kereta api, serta rencana pengembangan shortcut Rejosari-Tarahan atau dryport Rejosari. Gubernur meyakini bahwa jika minimal dua saja dari empat kawasan ini berhasil terbentuk, Lampung akan mengalami lompatan pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan.

“Ini menjadi alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung hingga mencapai delapan persen. Kita bahkan bisa menyerap bahan baku dari daerah sekitar di Sumatra bagian selatan (Sumbagsel) untuk kita olah di sini,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Akselerasi Dokumen RTRW dan Investasi

Gubernur juga memperingatkan pemerintah kabupaten dan kota untuk bergerak cepat dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan persyaratan administratif lainnya. Menurutnya, hambatan utama investasi sering bukan pada minat investor, melainkan ketidaksiapan pemerintah daerah dalam menyediakan dokumen legal formal.

Dengan adanya kepastian tata ruang, harapannya investor  dapat segera menanamkan modalnya. Dengan begitu, proses transformasi dari ekonomi berbasis bahan mentah menjadi ekonomi berbasis nilai tambah (hilirisasi) dapat segera terwujud. Semua itu bermuara pada kesejahteraan masyarakat Lampung.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI