Bandar Lampung (Lampost.co) — Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Lampung, Qudrotul Ikhwan menyambut baik keterbukaan Pemprov Lampung dalam membangun ruang kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami melihat banyak program pemerintah yang sangat baik, tetapi di lapangan sering terkendala pada aspek pendampingan dan perubahan mindset. Di sinilah Kagama ingin hadir, memastikan program itu tidak berhenti sebagai proyek, tetapi menjadi gerakan yang berkelanjutan,” ujar Bupati Tulangbawang ini.
Ia mencontohkan pengalaman Kagama dalam mendampingi desa binaannya di mana program dryer yang secara teknis sudah tersedia, menurutnya, belum optimal karena petani terbiasa hanya menanam dan menjual hasil panen. Sehingga belum sampai pada tahapan industrialisasi dan pengelolaan pascapanen.
“Kami masuk untuk memberikan edukasi dan pendampingan. Petani perlu diyakinkan bahwa pengeringan itu meningkatkan daya tawar. Ini soal perubahan pola pikir, bukan sekadar alat,” jelasnya.
Kegiatan Sosial
Selain pendampingan pertanian, Qudrotul menyampaikan bahwa Kagama Lampung juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
Seperti bakti sosial saat bencana, penanaman mangrove di wilayah pesisir, gerakan biopori, pengelolaan sampah, serta edukasi kebudayaan melalui kegiatan Nitilaku.
Kemudian bidang pemberdayaan ekonomi, Kagama menerapkan skema gotong royong berbasis iuran anggota untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat. Termasuk pembelian jagung untuk diolah menjadi pakan ternak dalam skala komunitas. Model ini sebagai bentuk nyata pengabdian alumni yang tidak berorientasi pada keuntungan pribadi.
“Kami ingin membangun semangat pengabdian. Alumni yang punya keahlian di bidang peternakan, pertanian, manajemen, atau pendidikan bisa langsung turun mendampingi. Orientasinya bukan honor, tetapi kontribusi,” tegasnya.
Dalam aspek pendidikan, ia menyampaikan bahwa Kagama Lampung juga rutin melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada siswa-siswi di daerah. Upaya ini agar siswa memiliki akses dan keberanian melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk melalui jalur afirmasi.
Qudratul menegaskan bahwa Kagama siap bersinergi dengan Pemprov Lampung dalam penguatan BUMDes dan pendampingan hilirisasi komoditas. Kemudian riset pakan ternak berbasis bahan lokal serta pengembangan pendidikan vokasi desa.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung mengajak semua pihak bersinergi membangun Bumi Ruwa Jurai karena pembangunan tersebut membutuhkan pendekatan hexahelix.
“Pembangunan Lampung membutuhkan pendekatan hexahelix. Ini yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan unsur hukum,” kata Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Ia meminta agar segera dibentuk tim kerja bersama antara OPD terkait dan Kagama untuk menindaklanjuti kerja sama konkret. Termasuk peluang riset, program KKN tematik, serta penguatan ekosistem ekonomi desa.
“Semangat di Lampung ini banyak sekali. Tugas kami adalah mengumpulkan dan mengkoordinasikan semangat itu agar bergerak dalam satu arah yang sama memajukan Provinsi Lampung,” katanya.








