Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bagi gabah petani menjelang panen raya.
“Sampai saat ini belum ditentukan, karena semua harus ada keputusan misal dari pemerintah pusat dan DPR RI, jadi tidak bisa langsung diputuskan (di daerah),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung Kusnardi, Kamis, 23 Februari 2023.
Namun ia menjelaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama para pelaku usaha penggilingan padi telah menyepakati harga pembelian gabah dan beras jelang masa panen raya pada Maret 2023 mendatang ada kenaikan.
“Tapi ini belum final, karena ada penentuan seperti menjaga stabilitas harga gabah dan beras tingkat petani (hulu) hingga konsumen (hilir). Kesepakatan harga merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi penggilingan padi skala kecil dan mempersiapkan Perum Bulog sebagai off taker pada panen raya,” jelas dia.
Namun terkait target luasan panen, pihaknya memorediksi pada Januari hingga April 2023 mendatang akan panen padi dengan jumlah produksi diperkirakan mencapai 1.046.045 ton. Prediksi panen padi tersebut diperkirakan dihasilkan dari lahan padi seluas 202.464 hektare (ha) yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Lampung.
“Untuk panen raya serentak di 15 kabupaten/kota di Lampung akan terjadi pada bulan Februari dengan luas 47.637 ha dan di bulan Maret dengan luas 110.050 ha,” kata Kusnardi.
Ia memaparkan jika prediksi panen tersebar di sejumlah daerah meliputi Lampung Utara luas sawah 6.205 ha dengan perkiraan produksi 28.363 ton, Way Kanan luas sawah 12.843 ha dengan perkiraan produksi 61.376 ton, Tulangbawang luas sawah 17.348 ha dengan perkiraan produksi 77.149 ton.
Kemudian Kabupaten Lampung Barat luas sawah 5.909 ha dengan perkiraan produksi 28.167 ton, Tanggamus luas sawah 9.325 ha dengan perkiraan produksi 53.262 ton.
“Selanjutnya Lampung Selatan luas sawah 19.437 ha dengan perkiraan produksi 119.167 ton, Lampung Timur luas sawah 26.130 ha dengan perkiraan produksi 126.078 ton, Lampung Tengah luas sawah 49.863 ha dengan perkiraan produksi 264.722 ton,” jelas dia
Lalu Pesawaran luas sawah 10.340 ha dengan perkiraan produksi 55.974 ton, Pringsewu luas sawah 7.031 ha dengan perkiraan produksi 40.552 ton, Mesuji luas sawah 24.919 ha dengan perkiraan produksi 122.752 ton, Tulangbawang Barat luas sawah 1.952 ha dengan perkiraan produksi 9.657 ton.
Kemudian di Pesisir Barat luas sawah 8.484 ha dengan perkiraan produksi 42.613 ton, Bandar Lampung luas sawah 220 ha dengan perkiraan produksi 1.187 ton, dan terakhir Metro luas sawah 2.769 ha dengan perkiraan produksi 15.026 ton.
“Panen raya yang terjadi di bulan Februari hingga April nantinya akan digunakan untuk stok dan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat saat bulan Ramadan hingga Lebaran. Dengan panen ini, diharapkan bisa mencukupi kebutuhan beras masyarakat Lampung dan harga beras di pasar menjadi stabil karena ketersediaan mencukupi,” tutup dia.









