Bandar Lampung (Lampost.co)– Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan inovasinya dalam memadukan teknologi dan nilai spiritual. Kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Lampung ini menggelar Kajian Ramadan di dunia virtual Roblox, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Metaverse (JUARAMETA) bekerja sama dengan UKMI Ar-Rahman tersebut mengusung tema “Latih Energi Iman, Tebar Edukasi Ramadhan”. Sebanyak 51 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti kajian secara daring melalui avatar digital di lingkungan kampus virtual yang dirancang khusus.
Baca juga: Dosen Teknokrat Raih Doktor di Unair, Riset Fashion Ramah Lingkungan Dukung SDGs
Dalam kajian tersebut, mahasiswa Informatika sekaligus anggota UKMI Ar-Rahman, Atri Wiraguna, bertindak sebagai narasumber. Ia mengajak peserta untuk menjaga konsistensi iman di tengah perkembangan teknologi serta memanfaatkan ruang digital sebagai media menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
“Teknologi bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan dakwah yang efektif bagi generasi muda,” ujar Atri dalam pemaparannya.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa yang memanfaatkan teknologi metaverse sebagai media pembelajaran agama.
Menurutnya, pendekatan dakwah berbasis teknologi ini membuat kajian keagamaan menjadi lebih interaktif, inklusif, dan dekat dengan gaya hidup generasi digital saat ini.
“Pemanfaatan metaverse untuk kajian Ramadan menunjukkan bahwa nilai spiritual dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi. Ini langkah nyata dalam mentransformasi cara belajar agama agar lebih relevan bagi generasi muda,” kata Mahathir.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Inovasi kajian berbasis metaverse dinilai berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan metode pembelajaran digital yang kreatif dan inklusif. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi informasi sebagai infrastruktur pendidikan masa depan.
Mahathir berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan program edukasi digital lainnya di lingkungan kampus.
“Kami ingin menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menghasilkan inovasi yang membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Program kajian Ramadan di metaverse ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem teknologi digital Universitas Teknokrat Indonesia yang dikelola oleh tim Pusat Unggulan Metaverse, di bawah koordinasi Yuri Rahmanto, M.Kom. dan Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom.
Sebagai informasi, Universitas Teknokrat Indonesia juga terus mencatatkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Kampus ini dikenal sebagai pelopor penggunaan dosen berbasis Artificial Intelligence (AI) di Indonesia serta kerap meraih prestasi dalam berbagai kompetisi internasional di bidang robotika, bahasa Inggris, dan teknologi informasi.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas yang mendukung pembangunan berkelanjutan.










