Bandar Lampung (Lampost.co)– Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meresmikan gedung Klinik Pratama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) yang merupakan hibah dari Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Jumat, 12 Januari 2024.
Gedung klinik yang terdiri dari dua lantai ini nantinya akan dipergunakan untuk layanan kesehatan civitas academika UIN RIL maupun masyarakat secara umum.
Wali Kota Bandar Lampung menerangkan bahwa hibah gedung klinik ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemkot Bandar Lampung untuk menciptakan pembangunan yang merata dilingkup Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Bandar Lampung.
“Jadi kita harapkan PTN di Bandar Lampung semuanya pembangunan dan pelayanannya baik sehingga mahasiswanya makin banyak yang tertarik,” ujar Eva dalam sambutannya di lingkungan kampus setempat Jum’at, 12 Januari 2024.
Eva menyebut bahwa Pemkot Bandar Lampung terus berupaya ikut mengembangkan klinik ini menjadi rumah sakit guna menciptakan layanan lebih prima.
Ia menyebut bahwa Pemkot akan menganggarkan Rp25 miliar untuk rencana pembangunan rumah sakit di Kampus hijau tersebut.
Tak hanya itu, karena bangunan tersebut juga nampak masih terlihat kosong, Pemkot juga akan menganggarkan Rp500 juta untuk membeli keperluan dari isi bangunan.
“Dinkes Kota juga nanti saya minta untuk berikan satu unit ambulans untuk menunjang mobilitas di klinik ini nanti,” kata dia.
Dengan peresmian klinik ini, masyarakat dapat lebih terbantu terutama bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan gratis.
“Kalau untuk kebaikan harus kita lakukan, jangan pikir panjang, tapi yang penting tahu aturan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN RIL, Wan Jamaluddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas niat baik dari Wali Kota untuk kemajuan pembangunan di UIN RIL.
Ia menyebut pendidikan merupakan sektor yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak baik civitas akademika, masyarakat, maupun pemerintah daerah ataupun kota.
“Wali Kota sudah menunjukan secara nyata perhatian, cinta, serta kepeduliannnya untuk melayani masyarakat,” kata Rektor.
Rektor menyebut untuk menunjang optimalisasi klinik pratama ini, pihaknya tengah bersiap membuka program studi baru bidang administrasi kesehatan dan juga kimia murni.
Ia menyebut bahwa pihaknya telah mengantongi rekomendasi dari LLDikti terkait pembukaan program studi baru tersebut.
“Selanjutnya kita tinggal menunggu persetujuan Direktur Jenderal Kemedikbud RI, Insyaallah ini nanti akan bermanfaat untuk menunjang kegiatan di klinik,” tandasnya. (CR2)




