Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) UIN Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Arsip Vital dan Terjaga Tahun 2026, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola administrasi guna mendukung visi internasionalisasi kampus.
Bertempat di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic & Research Center, kegiatan yang diinisiasi oleh Sub Bagian Tata Usaha ini melibatkan perwakilan tenaga kependidikan dari seluruh unit kerja di lingkungan UIN RIL.
Baca juga : Lantik Sejumlah Pejabat Periode 2026–2030, Rektor UIN RIL Ingatkan Core Bisnis Perguruan Tinggi
Kepala Biro (Karo) AUPKK UIN RIL, Dr. H. Juanda Naim, M.H., menekankan pentingnya setiap lembaga memastikan aktivitas administratif berjalan tertib, aman, dan sistematis. Menurutnya, aspek kearsipan merupakan fondasi utama dalam organisasi.
“Suatu lembaga yang di dalamnya berjibaku dengan aktivitas administratif harus dipastikan tertib, aman, dan terjaga, serta tentunya bermanfaat bagi organisasi. Salah satu yang penting adalah administratif kearsipan,” ujar Juanda saat memberikan sambutan.

Ia mengakui bahwa kesadaran akan pentingnya arsip masih menjadi tantangan di banyak lembaga, termasuk di lingkungan kampus sendiri. “Kita akui banyak lembaga, termasuk kita juga, masih kurang dalam melihat pentingnya arsip,” katanya.
Juanda menilai, capaian akademik internasional yang diraih UIN RIL harus berbanding lurus dengan kualitas administrasinya. Penguatan kompetensi tenaga kependidikan dalam mengelola dokumen negara, keuangan, hingga surat perjanjian menjadi hal krusial.
“Dengan visi internasionalisasi UIN RIL, kita harus mengimbangi keunggulan akademik yang saat ini sudah banyak dicapai. Maka yang administratif juga harus bisa mengimbangi keunggulan itu, termasuk tenaga kependidikannya,” jelas Juanda.
Ia pun mendorong para peserta untuk terus melahirkan inovasi demi kemajuan institusi. “Saya sangat mendukung proses peningkatan kompetensi teman-teman sekalian. Berikanlah inovasi dan pemikiran-pemikiran untuk kemajuan UIN RIL,” tambahnya.
Menutup arahannya, Juanda menegaskan bahwa tertib administrasi adalah harga mati untuk menyempurnakan profil kampus di mata dunia. “Kesempurnaan visi internasionalisasi itu juga harus diiringi dengan tertib administrasi, baik kearsipan, keuangan, maupun kepegawaian,” tegasnya.
Bimtek ini menghadirkan dua pakar kearsipan dari perguruan tinggi ternama, yaitu Dr. Ir. Setyo Edy Susanto, S.Th.I., M.Pd. (Arsiparis Ahli Madya IPB University) dan Ida Nursanti, S.Sos., M.A.P. (Analis Advokasi Universitas Indonesia). Keduanya membedah materi mendalam mengenai implementasi pengelolaan arsip vital dan terjaga di lingkup perguruan tinggi.






