Lampung Selatan (Lampost.co)–PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mengatasi kendala keterlambatan sandar kapal selama masa angkutan arus mudik Lebaran 2026. Pengambilan langkah ini untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas manusia dan kendaraan di gerbang pintu masuk Pulau Sumatra tersebut.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menegaskan bahwa sebagai operator pelabuhan, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan BPTD, KSOP, dan pihak terkait untuk mengatasi keterlambatan sandar kapal saat momen angkutan mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” ujar Partogi Tamba di Lampung Selatan, Kamis, 20 Maret 2026.
Baca juga: H-1 Lebaran, Pelabuhan Bakauheni Dipadati Pemudik
Penyesuaian Jadwal dan Strategi Mitigasi
Menurut Partogi, ASDP juga meminta BPTD untuk melakukan penyesuaian waktu sandar secara dinamis. Hal ini penting agar keterlambatan satu kapal tidak berdampak luas pada jadwal keberangkatan di pelabuhan berikutnya, sehingga siklus penyeberangan tetap terjaga.
Terkait kabar yang sempat viral mengenai adanya kapal yang mengalami keterlambatan sandar hingga delapan jam pada Kamis tadi, Partogi memastikan pihaknya telah mengambil langkah cepat. “Kami telah berkoordinasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan pelayanan kembali normal secepat mungkin,” tambahnya.
ASDP telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi terus meningkat. Mitigasi ini bertujuan mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di dalam area pelabuhan akibat jeda waktu sandar yang terlalu lama.
Imbauan untuk Pemudik
Apabila aktivitas pemudik makin meningkat di Pelabuhan Bakauheni, ASDP berkomitmen memberikan pelayanan penyeberangan yang tidak hanya cepat. Akan tetapi juga mengedepankan faktor keamanan dan kenyamanan. Pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi secara matang untuk melayani lonjakan volume kendaraan.
Partogi juga mengimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik maupun balik melalui Pelabuhan Bakauheni agar merencanakan perjalanan dengan baik. Dia pun meminta masyarakat telah memiliki tiket secara mandiri melalui aplikasi Ferizy sebelum berangkat menuju pelabuhan.
“Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Kami bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap optimal selama periode Lebaran 2026 ini,” ujarnya.








