• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 19/02/2026 02:28
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

29 Hakim Terima Suap Hingga Rp107 Miliar Ungkap Krisis Integritas Peradilan Indonesia

Penyebab utama korupsi yang terus berlangsung di tubuh peradilan adalah lemahnya sistem pengawasan.

Delima NapitupuluAntaranewsbyDelima NapitupuluandAntaranews
17/04/25 - 10:12
in Nasional
A A
Hakim penerima suap yang memvonis bebas Ronald Tannur. (ANT)

Hakim penerima suap yang memvonis bebas Ronald Tannur. (ANT)

Jakarta (lampost.co)–Korupsi di sistem peradilan Indonesia telah mencapai titik yang sangat memprihatinkan. Sejak 2011, sedikitnya 29 hakim terlibat dalam praktik suap yang totalnya mencapai Rp107 miliar.

Setiap hari, masyarakat berharap bisa mendapatkan keadilan yang jujur dan adil melalui sistem peradilan. Namun, temuan ini menambah daftar panjang kasus yang merusak citra lembaga pengadilan. Praktik suap ini berhubungan langsung dengan vonis yang diberikan oleh hakim yang terlibat. Hal ini merusak keyakinan publik terhadap integritas dan keadilan yang seharusnya dijaga oleh sistem hukum.

Penyebab utama korupsi yang terus berlangsung di tubuh peradilan adalah lemahnya sistem pengawasan. Dalam banyak kasus, korupsi terjadi karena kurangnya transparansi dan mekanisme kontrol yang efektif di lembaga peradilan. Sistem yang ada saat ini justru memperburuk keadaan dengan membuka celah bagi korupsi berkembang dalam waktu yang cukup lama.

“Penyebab terjadinya korupsi adalah kurangnya pengawasan dan transparansi di dalam tubuh peradilan itu sendiri,” ungkap salah satu peneliti ICW. Sistem yang ada saat ini justru memperburuk keadaan karena lemah dalam mengawasi praktik-praktik yang merusak sistem peradilan ini.

Penting untuk mengeksplorasi bagaimana pengawasan internal dan eksternal dapat diperkuat. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, diharapkan praktik suap ini dapat diminimalisir. Selain itu, pendekatan yang lebih transparan dan akuntabel juga akan mendukung perbaikan sistem peradilan. Tanpa itu, korupsi di kalangan hakim akan terus mengancam integritas peradilan.

Suap dalam Kasus Besar

Salah satu contoh yang paling mencolok adalah kasus yang melibatkan ekspor minyak goreng. Di dalam kasus ini, sejumlah hakim menerima suap untuk mempengaruhi hasil putusan. Tiga hakim yang terlibat menerima suap antara Rp4 hingga Rp6 miliar untuk memenangkan pihak yang bersalah.

“Para hakim yang terlibat dalam kasus besar ini menerima suap untuk memengaruhi hasil putusan yang sangat menguntungkan pihak yang seharusnya mendapat hukuman berat. Ini adalah indikasi bahwa korupsi telah merasuki sistem peradilan Indonesia.” tulis ICW.

Praktik semacam ini sangat merusak citra peradilan. Para hakim yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip keadilan justru terlibat dalam merusak sistem yang ada. Ini menjadi pengingat betapa pentingnya adanya tindakan preventif yang lebih tegas terhadap penyalahgunaan wewenang di pengadilan.

“Kami mendesak Mahkamah Agung untuk segera mengambil tindakan nyata dalam mengatasi masalah ini. Tanpa perbaikan sistem yang menyeluruh, kepercayaan publik terhadap peradilan akan semakin menurun.” ujar ICW.

MA perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para hakim yang terlibat dalam kasus-kasus suap ini. Jika langkah-langkah tersebut konsisten, bisa memperbaiki sistem peradilan Indonesia bisa tercapai. Tidak hanya itu, MA juga harus membuat peraturan yang lebih ketat untuk mencegah praktik semacam ini terulang kembali.

 

Tags: HakimICWKORUPSIPeradilanSuap
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menghadiri Lelang dan Pameran Lukisan Solo bertema "LOVE" karya pelukis Sonja Irawaty. Kegiatan tersebut berlangsung di Midaz Senayan and Golf, Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026. Dok MPR RI

Butuh Kepedulian Bersama Bangkitkan Semangat Penderita Kanker

byTriyadi Isworo
14/02/2026

Jakarta (Lampost.co) – Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya membangkitkan semangat penderita dalam berjuang melawan kanker. Hal tersebut...

Ketua MPR RI Dorong UMKM dan Pariwisata Lampung Selatan, Tol Bakter Perkuat Konektivitas

Ketua MPR RI Dorong UMKM dan Pariwisata Lampung Selatan, Tol Bakter Perkuat Konektivitas

byMustaan
13/02/2026

Lampung Selatan (lampost.co) — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan untuk meninjau perkembangan sektor...

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

byMustaan
11/02/2026

Lampung Selatan (Lampost.co) — Penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani terus begerak di Lampung. Salah satunya PT Juang Jaya Abdi...

Berita Terbaru

leg kedua persib vs ratchaburi
Bola

Meski Menang 1-0, Persib Tersingkir dari ACL 2

byIsnovan Djamaludin
18/02/2026

Bandung (Lampost.co)–Persib Bandung harus menerima kenyataan pahit dalam perjalanan mereka di kompetisi Asia musim ini. Meski berhasil memetik kemenangan 1-0...

Read moreDetails
Dishub Provinsi Lampung Petakan Permasalahan Angkutan Lebaran

Dishub Provinsi Lampung Petakan Permasalahan Angkutan Lebaran

18/02/2026
Jadwal imsakiyah Ramadan 1446 Hijriah Kabupaten Lampung Selatan dan sekitarnya. Dok/Lampost.co

Jadwal Imsak, Buka Puasa, dan Salat Lengkap Wilayah Lampung Selatan Selama Ramadan 1447 H/2026 M

18/02/2026
Aroma Masakan Rumah Tercium saat Munggahan di Masjid Al-Ibtida’ul Qorib

Aroma Masakan Rumah Tercium saat Munggahan di Masjid Al-Ibtida’ul Qorib

18/02/2026
PC Salimah Way Bungur Gelar Targhib Ramadan 1447 H, Bangun Surga dari Rumah

PC Salimah Way Bungur Gelar Targhib Ramadan 1447 H, Bangun Surga dari Rumah

18/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.